"Haaaaaiii"
Dara mengernyit heran. Dia ga mungkin salah kelas kan?
Di bangkunya,sudah terisi sesesorang--yang menurut Dara-- pengganggu hidupnya.
Yap!
Siapa lagi kalau bukan si Devan. Dengan senyum --sekali lagi menurut Dara-- memuakkan.
Sok ganteng banget deh tuh cowok batin Dara kesal
"Mau apa lo"
"Ya Ampun,gue dengan baiknya nyapa lo Ra. Dan balasan lo kayak gini" Devan pura pura berakting sedih di hadapan Dara. Dan itu membuat Dara risih. Banget.
"apaan sih lo. Alay tau ga. Pergi dari bangku gue"
"dengan senang hati sih......."
Dara menunggu ucapan Devan selanjutnya
"tapi ada syaratnya!"
mau duduk aja pake syarat syarat an segala ya ampun
"apaan cepet"
"lo harus nerima gue. Gaboleh bentak bentak dan bersikap manis sama gue. Gimana?"
"what???! NGGAK. Sama sekali gue ga setuju"
"ya elah. Ya udah gausah duduk" Devan dengan santainya tidur tiduran di bangku Dara. Dara benar benar kesal dengan cowok itu.
"ya deh iya. Sampe kapan?"
"Sampai lo akhirnya terbiasa sama gue" Devan menyunggingkan senyumnya. Dara memutar bola matanya. Malas menatap ke arah Devan.
Emang bener bener ngeselin nih cowok Dara melirik ke arah Devan dengan kesal.
"Ya udah. Iya. MInggir sekarang"
"iya tuan putri" Devan tersenyum manis ke arah Dara dan memunculkan smirk andalannya.
Dara dengan kesal menghempaskan tubuhnya ke kursi. Dara melihat jam tangannya. Jam 7 kurang 20. Pantesan belum pada dateng. Dan membuat mahluk seenak jidat di depannya ini leluasa menguasai kelas.
"yaa. Dara sayanggg. Jangan ngambek dong ih"
ew
"DAR....a"
Nadiv dengan agak terkejut itu kini terdiam di tempat. Melongo melihat pemandangan di bangkunya. Seorang Devano merayu seorang Dara. Dara yang mendengar asal panggilan itu kini tersenyum sumringah. Seolah Nadiv adalah malaikat penyelamatnya.
Dara segera berlari menuju Nadiv dan memeluknya. Dara benar benar senang melihat Nadiv pagi ini.
"Ya ampuunnn. Makasih ya Nad. Aaaa"
Dara memeluk tubuh Nadiv dengan kencang. Nadiv hanya mengernyit heran,dan berulang kali melirik ke arah Devan
~~~
"EHEM"
Suara dehaman itu membuat Dara dan Nadiv menoleh. Di belakang mereka,terdapat 'Treble Genk'. Valen dkk. dengan 'anggun' nya berdiri di hadapan mereka.
"Ingatkan??? Urusan kita belum selesai" Valen menatap Dara dengan tajam dan tersenyum licik.
"perlu gue bilang berapa kali?? Gue gak punya urusan sama lo"
"Lo deketin Razka dan Devan secara bersamaan. LO PIKIR ITU BUKAN URUSAN GUE SAMA LO?" bentak Valen
"Hell-o para penyihir cantik. Just listen. GUE GAK PERNAH DEKETIN RAZKA ATAUPUN DEVAN"
"gak pernah??? lo mabuk ya?? Lo pikir kita gatau?"
"Emangnya gue peduli. Tapi faktanya,yang deketin gue itu mereka. Paham?"

KAMU SEDANG MEMBACA
Hello [COMPLETED]
Teen FictionHello. 1 kata yang akan menentukan nasib mu untuk kedepannya. Ntah itu kisah cinta mu atau kisah persahabatan mu. Yang jelas,ketika kau sudah mengucapkan kata itu ke seseorang,kau pasti kedepannya akan memiliki hubungan dengannya. Apapun itu. Highes...