Part 16 : Ada Apa Ini?

3.7K 180 3
                                    

Ruang kelas pagi itu entah kenapa sudah ramai. Padahal waktu masih menunjukkan pukul 6.10.

Apa mereka otw tobat kali yak, batin Dara heran.

"Lo semua kenapa kok pada dateng pagi semua?" tanya Dara langsung. Ditambah lagi teman temannya sudah siap membawa buku.

"Lha?! Hari ini kan mau ulangan fisika Ra" jawab Tiara. Salah satu teman kelasnya.

Mata Dara melebar. "Eh seriusan ulangan nya sekarang?" Teman temannya mengangguk. "Mampus gue belum belajar lagi"

"Lo mau minjem catatan gue Ra?" tawar Radit. Ia ingin sekali tertawa melihat raut wajah Dara yang bercampur antara bingung-gelisah-takut.

"Um gapapa nih Dit?" tanya Dara tak yakin. Kalau ia meminjamnya,Radit belajar apa dong?

"Gapapa. Gue udah belajar dari tadi malem. Ntar kalau kebanyakan,bisa pecah nih otak gue" jawab Radit ditambahi dengan sedikit candaan. Dara menghela napas lega lalu menerima tawaran Radit.

"Huft ntar kalau ada yang gue ga paham gue tanya lo ya Dit ya. Boleh kan?? Kan? Kan?" paksa Dara sambil memasang wajah memelas. Radit langsung mencubit pipi Dara dengan gemas dan tertawa kecil.

"Iya iya boleh. Sekarang lo baca dulu deh. Mayan noh 30 menit buat belajar. Kalau ada yang ga paham tanya gue ya" nasihat Radit. Dara mengangguk penuh semangat lalu mulai membaca catatan Radit.

Menurut Dara,catatan Radit itu terlalu rapi jika dibandingkan cowok jaman sekarang. Bahkan mungkin catatan Dara tidak serapi itu.

Bagian bagian yang penting ditulis dengan tinta berwarna-warni yang membuat Dara lebih mudah memahami.

"Gila catatan lo rapi banget asli. Gue aja liat catatan gue masih kagak paham" puji Dara. Radit lagi lagi tertawa. "Ya iyalah. Gue kan rajin"

Dara memutar bola matanya. Lalu melanjutkan membaca. Masih ada waktu lumayan lama. Dara berdoa dalam hati semoga materi materi ini cepat ia pahami sehingga ulangan nanti akan lancar.

"Gausah tegang gitu kali" tegur Radit. Dara melirik tajam ke arah Radit. Pandangan itu menyiratkan ia ingin berkata 'lo-gatau-gue-ya-?'.

Ugh semoga saja,ia berhasil hari ini.

~~~

Istirahat,anak anak kelas Dara menghela napas lega. 3 jam pelajaran mereka berkutat dengan soal Ulangan Fisika yang bisa membuat kepala pusing 7 keliling.

Dara segera mengajak Nadiv menuju kantin di ikuti oleh Radit. Hari ini Dara merasa Nadiv bersikap aneh. Entah kenapa. Daritadi ia hanya diam dan tak menghiraukan Dara.

Mungkin,Nadiv punya masalah pribadi. Begitu pikir Dara. Hari ini ia hanya mengobrol dengan Radit saja. Radit pun juga sedikit aneh. Setelah masuk kelas dan Nadiv berbicara empat mata dengannya.

Untungnya,Ulangan Fisika itu bisa dikerjakan Dara dengan mulus. Ini berkat catatan dari Radit. Walaupun sebenarnya otaknya itu cukup 'encer'.

Saat mengembalikan buku ke empunya,Radit hanya menerimanya dan tak berkata apa-apa. Raut wajahnya pun terkesan cuek.

"Eh itu Devan kan? OI VAN!" panggil Dara. Devan yang mendengar panggilan tersebut menoleh sebentar ke arah Dara,lalu melanjutkan langkahnya tanpa membalas sapaan Dara.

"Lha kalian hari ini kenapa sih? Aneh banget?" tanya Dara heran. Nadiv hanya mengangkat bahu seolah tak peduli.

Menuju kantin,Dara tadi juga bertemu Razka. Razka pun juga begitu. Bersikap cuek seakan yang menyapa nya tadi bukan siapa siapa dan sapaannya tak perlu di balas.

Hello [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang