Chapter 6

9K 312 4
                                        

Happy Reading
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Sakura sampai di rumah dengan keadaan basah kuyup dan perut lapar.

"Sial di rumah gak ada makanan"

Sakura tidak bisa masak, mau pergi cari makanan di luar hujan deras, terpaksa dia harus menunggu sasuke pulang.

Tidak lama kemudian sasuke pulang dengan membawa sesuatu di tangannya.

"Sasuke, ?" Tanya sakura

"Kenapa tidak menunggu"

"Kau itu lama sekali, aku udah lumutan tau gara2 menunggumu udah hampir 3 jam aku berdiri sampe kakiku kesemutan, huh kau itu benar-benar menyebalkan, tidak punya hati" ucap sakura jengkel, tapi sasuke tidak menanggapinya sama sekali.

"Nih, aku tau kau pasti laparkan?" Sasuke memberikan bungkusan yang berisi makanan, ternyata sebelum sasuke pulang dia mencari makanan dulu.

Sakura langsung menerimanya karena memang dia sudah sangat lapar. Lho bukannya tadi lagi marah-marah?? Sepertinya urusan perut membuatnya lupa.

.
.
.
.
.
.

Malam pun tiba, hujan tak kunjung berhenti, suara petirpun ikut meramaikan suasana hujan malam.

"Aaaaaaaaaaaa" sakura berteriak.

Sasuke yang sedang bersantai terkejut ketika mendengar teriakan sakura, dia langsung menuju kamar sakura.

"Sakura?? Ada apa??"
Ada Sedikit nada khawatir yang di ucapkan sasuke.

"Sa....su...ke... hiks" sakura menangis dan langsung memeluk sasuke.

"Kau kenapa sakura??"

"Aku....takut...hiks hiks"

Jduaaaaaaar

Suara petir tiba2 menyambar membuat sakura semakin ketakutan.

Ternyata sakura paling takut mendengar suara petir, kalau dulu yang selalu menenangkan sakura adalah sasori tapi sekarang hanya ada sasuke.

"Tenanglah itu hanya petir"

Sasuke berusaha menenangkan sakura yang terus menangis ketakutan.
"Tidak apa-apa, lebih baik kau tidar ya" ucap sasuke lembut

"Temani aku, aku takut"

"Apa kau serius dengan perkataanmu sakura?" Tanya sasuke yang hanya di berikan sebuah anggukkan oleh sakura.

.............

Sinar matahari sudah menyelinap masuk, membuatnya membuka mata. Sakura mengerjap-ngerjapkan matanya, dia melihat sasuke di sampingnya yang masih tertidur, wajahnya hanya berjarak sejengkal, kalau dulu dia pasti sudah berteriak tapi untuk sekarang entah kenapa dia ingin melihat wajah sasuke lebih lama lagi, ternyata sasuke tampan juga kalau lagi tidur, tidak-tidak sakura menggelengkan kepalnya, apa yang dia katakan tadi.

"Apa yang kau lihat?" Wah ternyata sasuke sadar ada yang memperhatikan wajahnya.

"Tidak" sakura memalingkan wajahnya, ada sedikit semburat merah di pipinya.

"Sudah pergi sana, aku mau mandi" usir sakura

"Tch semalam saja kau mohon-mohon, sekarang malah mengusirku, kenapa gak sekalian aja minta temenin ke kamar mandi"

"Heh?? Dasar mesum! Hush hush pergi sana" usir sakura dengan kejamnya, sasuke hanya ngedumel sendiri sambil berlalu pergi.

...........

Masih RahasiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang