Happy Reading
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BRAAAAK !!
Pintu kelas di buka secara kasar membuat se isi kelas terkejut dan menoleh ke asal suara.
"Jidat, kau ini hobby sekali membuat orang terkejut hah?? Apa kau ingin membuat kami semua mati karena serangan jantung dadakan apa?" Amuk seorang gadis berambut pirang, alih alih mendengarkan omelan Ino, Sakura malah menariknya keluar kelas.
"Heeey kau ini apa-apaan sih?"
"Sudahlah tidak ada waktu untuk menjelaskannya saat ini"
Sakura menyeret Ino menuju kelas Hinata dan Tenten.
Dia tidak punya waktu saat ini mengingat kejadian tadi saat dia berada di ruangan Kakashi.
.
.
#Sebelumnya .....
Sakura tampak gelisah keringat dingin mulai bercucuran.
"Di mana surat itu, kau tidak menghilangkannya kan Sakura?"
Sakura semakin gelisah dia tidak tau harus menjawab apa.
"Uhm itu itu aa uhm" Sakura jadi gugup sendiri.
"Kenapa bicaramu seperti itu?"
"Sebenarnya aku tidak sengaja membuangnya" Sakura bergumam, tapi masih dapat terdengar.
"APA!! bagaimana bisa kau membuangnya hah??" Murka Kakashi.
"A-aku tidak sengaja sensei aku lupa kalau itu surat yang penting"
"Aku tidak mau tau, pokoknya surat itu harus ada bagaimanapun caranya"
.
.
.
.
Sasuke tengah termenung menatap jendela sepertinya dia tengah memikirkan sesuatu. Melihat itu teman-temannya penasaran untuk mengetahuinya, maka mereka duduk di kursi kosong dekat Sasuke, bahkan Sasuke tidak menyadarinya.
"Apa yang kau pikirkan?" Tanya Sai tapi yang di tanya tidak menjawab melihatnyapun tidak.
"Mungkin kami bisa memberimu solusi" Ucap Neji karena Neji tau Sasuke pasti sedang memikirkan sesuatu.
Sasuke menghela napasnya.
"Aku hanya bingung" Ucapnya.
" bingung soal apa?" Tanya Shika.
"Apa ada hubungannya dengan Sakura?" Tanya Sai.
"Hn" Sasuke kembali menatap lurus pada jendela.
.
.
.
.
Lee sedang berlari-lari kecil di sekitar sekolah, dia memungut sebuah kertas yang sudah sangat ringsek karena penasaran dia pun membuka surat itu.
"Surat apa ini?? Ah mungkin sudah tidak terpakai lagi makanya di buang" Lee tidak jadi membuka surat itu.
Dengan cuek Lee kembali berlari-lari kecil di sekitar sekolah.
.
.
.
.
Sakura, Ino, Hinata, dan Tenten berlari terengah-engah menuju tempat tadi Lee menemukan surat itu.
Mereka sempat berpapasan dengan Lee di jalan tapi mereka tidak menghiraukannya karena surat itu lebih penting, menurut Lee mereka sedang melakukan semangat masa mudanya makanya dia juga ikut-ikutan berlari di belakangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Masih Rahasia
RomanceDisclaimer naruto : Masashi kishimoto sasuke dan sakura adalah musuh sejak lahir tapi bagaimana jika orang tua mereka malah menjodohkan mereka bahkan menyuruh mereka untuk segera menikah di usia mereka yang baru kelas 3 SMA bagaimana kelanjutan hid...
