Note: bab ini aku ketik pake hp gara-gara laptopku gak bisa buka wattpad. Entah itu karena koneksi internet yg error atau laptopnya yg error atau orangnya yang error. #plak!curhat* . Jadi maklum kalo ada kata-kata yang berantakan(mohon koreksi maksudnya) haha. Lalu didalam bab ini aku masukin teori yang diperlukan, teori yang kuolah dengan cerita diduniaku. Misteri apa itu sebenarnya piramida putih yang aku ciptakan disini. Hahaha *apa apaan*
Sekali lagi, cerita ini penuh imajinasi yang rada gak masuk akal. Inilah alam semesta dalam cerita. Cosmos.
*apaan lagi neh? Abaikan note ini*
Selamat mengoreksi, vote dan membaca untuk pembaca yg budiman. ~~~
Matahari mulai bersembunyi dibalik cakrawala. Langit biru telah berubah menjadi jingga. Tanda-tanda kemunculan malam telah tiba. Orang-orang dalam kota terlihat kelelahan-mungkin sangat kelelahan setelah menjalani fase simulasi kedua. Fase dimana semua peserta diharuskan untuk memburu hewan buas dan mengumpulkan golden card-hewan buas yang entah datang darimana-mungkin didatangkan oleh dalang dari semua kejadian ini.
Lucia sesekali memijat lembut pelipisnya untuk memahami situasi yang sedang terjadi. Ia duduk bersandar disebuah pohon rindang dipinggir jalan. Kemudian, ia menyalakan layar hologramnya untuk melihat jumlah golden card yang ia kumpulkan. Golden card yang entah digunakan untuk apa nantinya.
Sesekali Lucia melirik kiri-kanan untuk memastikan tidak adanya hewan buas yang sedang mengincarnya untuk menjadi makanan atau memastikan tidak ada manusia rakus yang sedang mengincar golden card miliknya.
"Lima kartu. Hanya lima!" Sesekali Lucia menghembuskan nafas lelah atau mungkin nafas yang menghembuskan kekesalan karena hanya mendapatkan lima kartu. Pikiran Lucia langsung terbayang pada peringatan yang tertulis. Peringatan yang menyatakan bahwa sepuluh terendah akan mendapatkan hukuman. Hukuman adalah kata yang terus berbunyi dalam otak Lucia, entah hukuman seperti apa yang akan diterimanya jika ia berada diposisi terbawah.
05:49 PM
Waktu yang ditunjukkan oleh jam hologram Lucia-tidak hanya jam Lucia saja, tapi jam hologram semua peserta simulasi.
Semua peserta terlihat lelah. Tampak dikejauhan, tepatnya didepan sebuah rumah berpagar megah, bersandar seorang anak laki-laki yang juga mengecek jamnya. Disisi lainnya, seorang perempuan juga duduk di pinggir jalan sambil bertopang dagu-mungkin merenungi nasibnya. Lucia tak berniat untuk menghampirinya karena malas beranjak dari tempat duduknya yang nyaman. Mereka semua sedang bersantai tapi tetap waspada. Waspada kalau ada hewan buas yang menghampiri.
Bip!
Tanda pemberitahuan dari jam hologram berbunyi. Lampu indikator berwarna merah juga ikut menyala, menandakan munculnya sebuah pemberitahuan pesan masuk. Kemudian, Lucia menampilkan layar hologramnya. Tidak hanya Lucia saja, tapi semua orang mengecek jam hologram ditangan kiri mereka masing-masing
Simulasi ke-2 telah selesai.
Tekan "next" untuk langkah berikutnya.
Lucia mengikuti intruksi dari pesan, lalu layar hologram secara otomatis menutup. Pedang ditangan Lucia juga perlahan-lahan menghilang. Pandangan Lucia teralih pada lubang hitam yang perlahan-lahan membuka didepannya membentuk sebuah lingkaran gelap setinggi setengah dari tubuhnya tepat didepannya. Ia bingung harus melakukan apa terhadap sesuatu yang misterius itu. Ia bahkan menyempatkan diri untuk melirik dua orang yang sempat dilihatnya tadi. Ternyata, sama seperti Lucia, mereka juga tampak kebingungan dan melirik orang disekitarnya.
Masuklah!
Sebuah bisikan yang entah darimana, mungkin dari suara otak atau mungkin saja lubang didepannya yang berbisik. Tapi, Lucia tak berniat untuk melawan suara tersebut. Tampak ragu-ragu Lucia mencoba merasakan portal gelap dengan tangannya. Seketika, seluruh tubuhnya terhisap ke dalam lubang hitam tersebut. Seperti sebuah besi yang ditarik oleh magnet yang kuat. Ia seakan melayang, berputar dan terjatuh lalu terlempar selama beberapa detik dalam ruang gelap tanpa batas sebelum akhirnya ia tiba di suatu tempat.
KAMU SEDANG MEMBACA
COSMOS: Simulation Survive
Science FictionSerangan bom dilakukan oleh sebuah objek terbang asing yang mengitari kota. Orang-orang yang selamat dikurung dalam sebuah kubah transparan berwarna merah. Simulasi bertahan hidup dilakukan oleh seluruh penduduk kota yang tersisa dengan rata-rata us...
