" Gladys, besok kalo udah besar, Adam mau nikah sama Gladys. Nanti aku beliin rumah yang besar buat Gladys"
" Tapi aku gak suka sama Adam, Gladys mau nya nanti nikah sama Nata. Adam kan adik aku" ujar Gladys kecil sembari meninggalkan Adam yang termangu.
" Ya udah, Adam gak mau lagi main sama Gladys!! Aku benci Gladys!!" seru Adam sambil berlari menemui mommy nya. Ini kedua kalinya Adam kecil ditolak Gladys.
Sebelumnya dia juga pernah mengucapkan hal yang sama saat di mobil dulu. Dan sejak itu, Adam sama sekali tidak mau bertegur sapa dengan Gladys. Dan sayang nya mereka selalu satu sekolah sampai SMA. Kania berusaha membujuknya,tapi Adam tetap bersikeras. Sampai akhirnya Adam memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya di Singapura.
***********************************************************************************************
Kania menunggu kepulangan anak sulungnya di bandara. Adiknya, Joanna juga ikut menjemput sambil sibuk mengedarkan matanya mencari sosok sang kakak. Tak lama sosok yang mereka nantipun tiba dan melambaikan tangan nya.
Badan tinggi, putih bersih, dengan bentuk tubuh yang bisa dibilang lumayan untuk seseorang yang rajin berolah raga dibalut dengan kemeja denim dan celana jeans biru dongker. Serta kacamata hitam yang dengan gagahnya bertengger di hidung mancungnya, menambah decak kagum para penghuni bandara. Joanna dengan semangat berlari menghampiri sang kakak dan melompat ke dalam gendongannya. Usia mereka yang terpaut jauh membuat keduanya sangat dekat. Adam sangat menyayangi adiknya begitu juga Joanna yang sangat manja pada Adam.
" Kak Adam!! I miss u sooooo much!" seru Joanna begitu sampai di gendongan Adam.
" Me too, bunny" ujar Adam sembari memberikan adiknya kecupan di pipi dan di kening. Joanna terkikir geli dengan perlakuan manis kakak nya.
" Hai,son.. You look so great. Mommy miss you so bad,son" Kania memeluk Adam dan membelai rambut putranya.
" Hai mom.. aku lebih lebih merindukanmu,merindukan kalian semua disini. Kau sehat,mom?" Adam memindahkan gendongan Joanna ke sebelah kiri dan tangan satunya menarik koper nya. Mommy nya memeluk pinggangnya dengan erat.
" Yah, seperti yang kamu lihat,nak. Mommy sangat baik" jawab Kania tersenyum. Bagaimana tidak baik jika Aratta memperlakukan Kania dengan sangat baik.
" Mana Papa? Gak ikut jemput?" tanya Adam mencari Aratta.
" Iya,nak. Papa tadinya mau jemput kamu, tapi mendadak ada hal yang harus di selesaikan saat ini juga, jadi Papa minta maaf gak bisa ikut jemput kamu."
" Oh,baiklah. Kalo gitu nanti Adam aja yang mampir ke kantor Papa. Sekalian nanti Adam juga mau ketemu Billy untuk proyek kami di sini,mom"
" Aishh, kamu baru juga mendarat di sini, kenapa langsung pergi lagi sih? Gak kangen apa sama Mommy?" gerutu Kania.
" Hahaha, maaf Mommy.. Tapi Adam harus sukseskan proyek ini, soalnya Mommy tau kan kenapa Adam gak mau di perusahaan Papa, karena Adam masih ingin fokus di WO ini. Please, doakan aku ya Mom"
" Heemm..iya nak. Yang terbaik untuk mu sayang. Ya sudah ayo kita pulang"
Adam memutuskan untuk membawakan mobil Mommy. Dan setelah mengantarkan mereka berdua, Adam langsung menuju kantor Papa nya. Sesampainya di kantor, Adam langsung menemui sekretaris Papa nya.
" Papa ada?" tanya nya. Yang di tanya hanya mengangkat alis tanda tak mengerti.
" AH, maksudku Pak Aratta Mahardika ada? Apa beliau di dalam?" tanya Adam lagi.
" Oh, iya Pak aratta ada di dalam. Mas siapa ya? Sudah buat janji?"
" Saya Adam,anak nya. Bilang saya datang"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Past and Last
RomansaSequel dari My Boy and His Daddy.. Karena cinta tidak melihat apa yang terjadi di masa lalu, tetapi melihat apa yang akan kita buat di masa depan. Dan bagi Adam, mencintai Gladys adalah hidupnya. Dan Gladys adalah masa lalu yang akan menjadi masa...
