Hayooo siapa yang lagi UAS? Semangat yaaa 😘 (aku tau kamu-kamu yang baca ini pasti ga ada yang kasi semangat #doikemana?)
Gue bakal berusaha buat rajin-rajin update ya. Makanya, doain biar ide dapet mulu. Lancar jaya. Hehe.
-Happy reading-
12.30PM
Lelaki berwajah ketimuran itu melihat sekelilingnya. Tidak banyak hal menarik yang dapat ia temukan di kamar apartemen kecil barunya. Bau cat basah terasa sangat menusuk indera penciumannya, serta jendela tua yang tidak terlalu besar yang menampilkan pemandangan jalan umum yang jarang sekali dilewati kendaraan beroda.
Kemarin ia memaksa untuk pindah ke tempat lain setelah mendapati teman sekamarnya adalah pecandu narkoba dan bos video porno. Zayn benar-benar tidak menyukai gagasan sekamar dengan orang seperti itu, dia sadar kalau dia sendiri bukan lelaki yang taat beragama atau apalah. Bertato, merokok. Tapi jika dipasangkan dengan Tyler–mantan sekamar Zayn yang pecandu itu, Zayn jelas menolak mentah-mentah. Zayn hanya ingin menghilangkan peluang dirinya menjadi gila karena tertular kecanduan Tyler akan narkoba yang akan berakhir di tempat rehabilitasi, atau mungkin menyaksikan proses syuting pembuatan video panas secara langsung. Hell no.
Begitu-begitu, Zayn masih menghormati keberadaan ibunya yang menyayanginya. Jika dia terjerumus dalam narkoba, ibunya akan sedih. Dan terlibat dalam pembuatan video porno meskipun hanya menjadi penonton, sama saja Zayn membiarkan pelecehan terhadap perempuan terjadi. Adiknya semua perempuan.
Dikarenakan seluruh kamar di asrama milik universitas telah terisi, dengan singkat kata tidak ada kamar yang kosong, jadi Zayn dengan cepat mencari apartemen kecil-kecilan yang murah di dekat kampus. Untuk sementara saja, pikir Zayn.
"Mengapa aku merasa ada sesuatu yang salah disini? Tapi apa?" Tanya Zayn pada pantulan dirinya di cermin tua besar yang menghadap langsung dengan tempat tidurnya. Sebenarnya, Zayn sudah merasa curiga ketika pasangan suami-isteri Verdanm berdebat kecil saat Zayn menanyakan berapa biaya sewa perbulan. Mr. Verdanm hanya bisa tersenyum sedikit tegang, sedangkan Mrs. Verdanm langsung menyerahkan kunci kamar pada Zayn dan menyebutkan harga sewa yang bagi Zayn sedikit tidak masuk akal, terlalu murah untuk apartemen bergaya kuno berukuran sedang yang cukup keren ini.
Yang penting aku dapat tinggal dengan tenang tanpa ancaman dari Tyler dan hal-hal tidak pentingnya, batin Zayn senang.
"Zaynie, sayang! Kau lupa dengan janjimu?" Suara lengkingan khas milik Sierra di ujung sana memekakan telinga Zayn. Zayn melirik ke arah jam di layar ponselnya, dia tersenyum. "Sebentar, Sierra. Sebentar lagi aku berangkat."
Sierra adalah kekasih Zayn, dia adalah gadis enerjik dari Irlandia yang tidak sengaja Zayn kenal saat sebelum dia menjadi mahasiswa Universitas Cambridge. Sierra memiliki rambut merah menyala yang bergelombang dan bibir merah kecil yang berisi. Membayangkan Sierra kadang membuat Zayn lupa keadaan, baginya Sierra paling seksi dan dia beruntung memilikinya. Tapi bukan itu apasan Zayn menjadikannya kekasih, tetapi karena Sierra sama-sama menyukai lukisan dan dia mengingatkan Zayn pada ibunya.
Zayn berjalan turun menggunakan tangga, dia tidak sengaja bertemu dengan Mr. Verdanm. Zayn menjauhkan telinganya dari ponsel yang masih terhubung dengan Tessa. "Selamat siang Mr. Verdanm."
"Ya. Siang Zayn. Sedang terburu-buru?"
"Haha, ya. Aku akan pergi makan siang dengan keluarga dan kekasihku." Zayn mematikan sambungan telfon dengan Sierra setelah berjanji akan datang tepat waktu. "Omong-omong, aku tidak tahu jika ada cermin besar yang keren di kamarku. Bukankah kemarin tidak ada? Seingatku tidak."
KAMU SEDANG MEMBACA
12:12
FanficKetika banyak orang hanya mengetahui tentang 11:11 'ucapkan keinginanmu, dan cepat atau lambat itu akan terkabul'. Taukah kau tentang 12:12? Ada apa dibaliknya? Mari kuajak kau membaca beberapa cerita tentang 12:12. This story is a pure fiction, bas...
