Sebelum di baca jangan lupa vote and comment ya biar author semangat nih buat part selanjutnya. :-D #kiss
Happy Reading...!!!
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Berlin POV
Udara di bioskop yang sangat dingin kali ini membuatku harus tetap bertahan agar dapat menonton film yang sudah kutunggu- tunggu dari jauh- jauh hari.
Adegan demi adegan yang ada di film ini membuat perutku tergelitik. aku sampai tidak bisa menahan tawa ku ketika menonton film ini. sangkin lucunya air mataku sampai menetes. aku memang tipe orang yang kalau tertawa berlebihan akan menangis.
Aku,uci,davin dan yoga saat ini sedang menonton film comic8 kasino king part 2 di salah satu mall yang ada di Jakarta. Aku duduk diantara davin dan yoga ,sedangkan uci duduk di sebelahnya yoga. kami duduk di kursi baris G.
" Hahaha....lucu banget ya dav."
" iya lucu banget kaya elu." ujar davin sambil tertawa dengan mata yang masih fokus ke layar.
"Uhuk... apa, dav?" sontak ku kaget. aku jadi tersedak popcorn karena ucapan davin tadi.
" Ah, engga. itu filmnya lucu banget banget bangett... maksud gue." elak davin.
" oh."ujarku.gua denger kali dav. lu kira gue budek.
Diam diam aku melirik ke arah yoga yang sedang fokus menonton film yang kini sedang diputar . aku senang melihatnya dari jarak sedekat ini. aku tersenyum ke arahnya. seandainya aku bisa terus memandang wajahmu dari jarak sedekat ini.
tiba tiba yoga menengok ke arahku. sontak aku kaget karenanya. reflek aku langsung memalingkan wajahku cepat ke arah layar.
"huh....hampir saja."
***
karena sudah hampir malam. selesai nonton, kami berempat memutuskan langsung pulang kerumah. lagi pula kata mamah aku kan ga boleh pulang malam malam.
" Lin, lu pulang sama Yoga aja ya. gue ada urusan bentar sama uci."ujar Davin.
"Hah.. apa ?"
"yaelah biasa aja kali. gausah kaget gitu. gua sama uci mau ke rumah nenek sihir dulu. gua mau ngambil buku pr gua di dia." ujar davin dengan nada awal sedikit meledek.
" lu ya emangnya. bukannya ngerjain sendiri malah nyuruh orang lain .dasar males. kenapa perginya bukan sama gua aja? "
"jangan. kan lu ga boleh pulang malem. lagian rumah gua sama uci kan searah." ujar davin.
"dav...dav, lu tuh bisa aja kalau buat alesan." batinku. "iya deh." kataku pasrah.
" yog, tolong anterin Berlin pulang ya jaga dia baik baik. kalau terjadi apa apa sama dia Awas aja loh." perintah davin dengan menekankan kata awas pada kalimatnya.
"iya." jawab Yoga singkat.
" okeh siip. gua pergi duluan ya. ayook ci. Bye." ujar davin dengan melambai lambaikan tangan kananya kearah ku dan yoga.
"dah... lin gue duluan ya ." ucap uci yang dilanjutkan dengan senyuman.
"iya bye. hati hati ."
KAMU SEDANG MEMBACA
Impossible Love
Teen FictionMungkin aku terlalu bertindak kejauhan padamu.Mungkin aku terlalu obsesi padamu. Mungkin aku terlalu menyukaimu atau mencintaimu. Tapi hal itu tidak mungkin terjadi. Because it is "IMPOSSIBLE LOVE"
