Tunggu dulu tangan siapa ini ?
Dengan cepat Berlin langsung menepis tangan yang menyentuh wajah mulusnya itu.
" lo siapa ? berani-beraninya lo nyentuh muka gue ?" Tanya Berlin ke seseorang yang tadi menghapus cairan bening diwajahnya.
"Siapa ?gue? jawab pria itu.
"iya lo. siapa lo ?kenapa lo disini? dan kenapa lo nyentuh muka gue." Tanya Berlin beruntun dengan suara yang tidak terlalu keras. Berlin tau diri kali kalau saat ini ia sedang ada di dalam angkutan umum.
"shtttt....diem."
" lu penjahat ya? atau ga jangan jangan lo penculik?"Tebak berlin asal. Pikiran negatif kini mulai menyerang otak berlin. Lagian pria itu memakai topi, masker dan jaket hitam . Mencurigakan bukan ?
"Jangan asal lu kalau ngomong."
"Trus ? bodo gua mau teriak. tolong ad...--"
"lu bisa diem ga ?" ucap pria itu yang sekarang sedang membungkam mulut Berlin.
"mamah... tolong berlin" batinnya.
"Lo jangan nangis. Ini gue Davin. temen lama lo" jawabnya sambil melepaskan tangannya dari mulut Berlin dan membuka masker yang menutupi setengah wajahnya.
"hiks...hiks..."
"please jangan nangis. gua gamau ada orang yang salah paham ke gue."
"...."
"Jawab dong. jangan diem aja"
"...."
~~♥♥♥~~
Di sebuah cafe yang ada di jakarta, terlihat sepasang sahabat yang baru saja dipertemukan tadi. Ya, Berlin dan Davin kini sedang berbincang di cafe tersebut. Terlihat senyuman di wajah mereka . Berlin dan Davin duduk di pojok cafe dekat jendela yang mengarah langsung ke jalan ibu kota . Ya kalian tau sendiri kan jalanan ibu kota kaya gimana. macet.
"lu tambah cantik aja deh lin"
"ah lu bisa aja dav"
" Oh iya, tadi di bus kenapa lu diem aja pas gua nanya."
"Oh itu. gua paniklah. kalau misalkan lu penjahat yang mau nyulik gua gimana ? trus kalau gua dibunuh trus dimutilasi gmna ? kan serem."
"alah lebay lu lin"
"hahaha....trus juga pas gua diem gua lagi nginget nginget lu tau Dav.dan ternyata gua ga inget.hehehe."
"okeh gua di lupain sama temen sendiri."
Sebenarnya sih aku pura pura ga inget. Mana mungkin aku ga inget sama Davin. Davin adalah teman lama ku. lebih tepatnya teman SD yang suka mengganggu aku sewaktu SD dulu. Dia selalu saja mengikutiku kemana pun aku pergi. Dasar penguntit.
Pasti kalian bingung kn kenapa aku sama Davin ada di cafe ini.
flasback on
"Hiks...hiks..."
"please jangan nangis."
"...."
"jawab dong jsngan diem aja."
"...."
"okeh kalau lu diem mulu gua pergi aja deh" ucap davin sambil beranjak dari tempat duduknya.
"jangan pergi." balas ku. Ku pegang tangan Davin erat dan seketika ia membeku. Spontan aku memeluknya .
"lu inget gua ?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Impossible Love
Genç KurguMungkin aku terlalu bertindak kejauhan padamu.Mungkin aku terlalu obsesi padamu. Mungkin aku terlalu menyukaimu atau mencintaimu. Tapi hal itu tidak mungkin terjadi. Because it is "IMPOSSIBLE LOVE"
