****
Kebahagiaan....kebahagiaan adalah hal yang ingin dimiliki oleh setiap orang. Kebahagiaan seperti apa? Mungkin salah satunya kebahagiaan saat seseorang yang kamu sukai mengajakmu pulang bersama. Dan benar saja, Tuhan telah mengenalkanku kebahagiaan lewat dirimu hingga sebuah senyuman pun tersungging meski hanya mendengar suaramu.
Itulah yang dirasakan berlin saat ini. Ia di gonceng naik motor oleh yoga. OMG! Apakah ini mimpi? Oh tidak. Tuhan jangan bangunkan aku jika ini memang mimpi.
"Pulang bareng sama gua yuuk!"Ajak yoga.
"Ta...tapi gue mau ke rumah davin dulu." Ujar berlin terbata-bata.
"Yaudah, kalau gitu gue juga ikut ke rumah davin."ujar yoga tegas.
"Jangan...!!"sahut berlin berteriak.
"Kenapa jangan? Lagian kan davin juga temen gua. Masa gue ngejenguk temen yang lagi sakit ga boleh sih."
"Kok dia tau Davin sakit?" Batinku. Wah jangan -jangan berita nya udah kesebar ke seluruh penjuru sekolah nih.
"Bukan begitu maksud gue.tunggu kok lu tau davin lagi sakit? " ujarku penasaran.
"Uci ngasih tau gue tadi.Udah ah buru naik !"ujar yoga dengan menarik tangan kiri berlin.
"Uci ? Ta..tap.--"
"Ga pake tapi- tapian."tegas yoga.
"I...iya." balas berlin pasrah.ia langsung naik ke motor ninja warna merah milik yoga.
Mau tidak mau berlin menurut saja. Bagaimana tidak? Mata yoga yang menatap berlin tajam membuat gadis itu tidak bisa berkata apapun. Seperti anak yang lagi diomelin bapaknya. Hahaha: )
****
Berlin Pov
Sesekali aku menutupi hidungku dengan tanganku. Bukan karena aroma tubuh yoga yang bau.Tapi karena debu jalanan ibu kota yang bebas bergerak terbawa angin.
Tercium aroma lavender yang menusuk indera penciumanku saat kendaraan yang ku naiki berhenti.
SHITTT...
"Uhh..."reflek aku memeluknya. "Ada apa yog" tambahku masih dengan posisi ku memeluk yoga.
"Itu ada orang lagi nyebrang."
"Oh,kirain ada apaan."
"Sorry tangannya."ujar yoga lembut.
"Ah, maaf gue reflek tadi."
"Iya gapapa, selow aja."
Aku baru sadar aku memeluk yoga tadi. Pantas saja dia kelihatan tidak nyaman. Aku merasa canggung setelah kejadian itu.tapi untung saja respon yoga tidak seperti yang kupikirkan.jadi aku merasa enjoy lagi deh.
"Okeh kita lanjut jalannya."tambah yoga.
****
Rumah Davin
Ting...tong...
"Tunggu sebentar. " sahut seseorang di dalam .
Ceklek...
Terlihat seorang wanita yang tidak terlalu tua dan tidak terkalu muda membukakan pintu untuk kami.
"Halo tante selamat sore."ujarku.
"Eh, nak berlin. Sore juga. Nyari davin ya." Ujar tante marizka (ibunya davin) ramah.
"Iya tante. Davinnya ada? "
"Ada tuh di kamarnya.langsung naik aja ke atas. Tadi shellyn sama uci udah duluan."
"Iya tante makasih.Oh iya tan, ini ada bikisan buat davin "
"Yaampun ga usah repot- repot nak berlin. Davin besok juga udah masuk sekolah."
"Gapapa tan, kita emang sengaja beli ini buat davin."
"Oh begitu, makasih ya nak berlin. Bilangin ke temem-temenya juga makasih dari tante marizka.
"Iya tan sama-sama."
"Ayoo, silahkan masuk!"
"Iya tan.makasih."
Aku dan yoga langsung masuk ke rumah davin setelah dipersilahkan masuk oleh tante marizka. Kami menuju kamar davin yang ada di lantai 2.
****
@kamar Davin
Ceklek...
Aku membuka pintu kamar davin. Aku tak sabar melihat responya ketika dia melihatku datang bersama yoga.
"Halo, toaks berjalan princess berlin dateng nih "
"...."
"Kok pada diem sih "ujarku ketus.
------
Davin POV
"Halo, toaks berjalan princess berlin dateng nih "Ujar berlin.
Aku terdiam saat melihat berlin datang bersama yoga. Aku senang berlin bisa datang menjenguk ku. Tapi kenapa harus datang bersama yoga. Entah apa yang aku rasakan, aku sebal jika melihat berlin bersama dengan yoga. Walaupun aku mendukungnya untuk berusaha dekat dengan yoga tapi itu semata- mata hanya untuk menghiburnya agar ia tidak sedih.
------------------------------------------------
Bukan maksudku untuk menjadi orang yang munafik untukmu. Itu karena aku tidak ingin ada tembok besar yang memisahkan kita hanya karena perasaan ini.
Kayaknya udah hampir sebulan deh cerita ini ga di up to det. Maaf ya wuwu lama nge-updet ya. soalnya bulan kemaren habis sakit sih. Jadi ga kepikiran buat ngelanjutin ceritanya deh. Hehehe...semoga cerita kali ini kalian suka ya :)
KAMU SEDANG MEMBACA
Impossible Love
Ficção AdolescenteMungkin aku terlalu bertindak kejauhan padamu.Mungkin aku terlalu obsesi padamu. Mungkin aku terlalu menyukaimu atau mencintaimu. Tapi hal itu tidak mungkin terjadi. Because it is "IMPOSSIBLE LOVE"
