Chapter 6

26 3 0
                                    

Setiap hari Kyou selalu disibukkan dengan pertanyaan dan kata-kata yang tak masuk akal dari teman-temannya terlebih lagi dari si Akira yang duduk disebelah saat ini sambil mengukir diatas pensil yang baru ia beli (baca: dibeliin teman) tadi dengan telitinya gadis bersurai gelombang itu mengukir garis demi garis hingga membentuk pola seperti ranting pohon yang gersang.

"Kyou... mau ku buatin ukiran seperti ini di pensil mu?" Tanya nya sambil mengacungkan kater yang ia pakai untuk mengukir pensil.

"Mau mau!" Jawabnya senang seraya mengeluarkan tiga buah pensil kayu yang sering ia pakai.

"Aku ukir nama mu sama Ayato ya..."

"Ya!"

"Heh?!" Akira terkejut saat mendengar Kyou bilang 'Ya!' Dengan senyum yang mengembang di wajah nya yang dilapisi kulit putih yang membuat nya sering diganggu oleh teman-temannya karena semua temannya berkulit kuning langsat walau ada juga beberapa berkulit putih.

"Kenapa?"

"Jangan jangan.... kamu punya perasaan ya ke Ayato..." goda Akira seraya menunjuk Kyou dengan Kater plus dengan senyum evilnya yang membuat Kyou berpikir jika sosok dihadapannya kini adalah Yandere yang sedang bersembunyi dibalik ribuan topeng.

"Ck, apaan sih! Dia kan Kakak ku.. mana mungkin Aku suka sama dia." Sangkalnya cepat. Yup Ayato sebenarnya adalah kakak sepupunya Kyou dan ibu nya Ayato ingin menjodohkan mereka berdua karena bagi ibunya Ayato, Kyou itu pantas untuk menjadi pendamping Ayato kelak neneknya pun setuju dengan perjodohan itu tapi hanya Kyou dan kedua orang tua nya yang tidak setuju karena bisa dibilang mereka masih memiliki hubungan darah bukan?

"Come on Kyouci~ akui saja... pipi mu merah tu.." ucap gadis yang suka menggoda Kyou itu sambil menyentuh pipi kyou dan mencubit kedua pipi nya dengan gemas.

"Huh! Pipi ku dari dulu memang sudah kayak gini.. jadi seperti ada efek orang lagi ngeblush!" Sahutnya sambil mengalih kan pandangannya pada buku yang sebenarnya ia tidak tertarik untuk melihat buku itu dan terlebih lagi itu adalah buku Matematika.

"Yayaya... terserah deh..." Akira mengambil satu pensil milik Kyou dan dengan telaten mengukir nama Kyou dan Ayato. Tak memerlukan waktu lama untuk gadis itu mengukirnya karena dalam waktu singkat ia sudah mahir dalam hal itu bahkan kemarin delapan jam penuh ia mengukir sampai-sampai tidak memperhatikan guru yang menerangkan.

Kring kring kring

Jam pelajaran terakhir dimulai yaitu Matematika. Walau memang mereka sekelas tidak peduli dengan pelajaran itu tapi bagaimana pun mereka harus bisa mengerjakan tugas yang diberikan pak Bwambwang (:v pakai bahasa para kelinci yang aneh yang selalu bilang bwa bwa bwa bwa bwa bwa bwa bwa bwa bwa bwa).

"Siang Semua." Ucap pak Bwambwang saat memasuki kelas yang terkenal akan kenakalan dan hal-hal yang berkaitan dengan bad boy + bad girl yang selalu menjadi trending topic di kantor guru.

"Siang pak."

"Kerjakan soal dilatihan lima, yang sudah langsung dikumpulkan." Perintah guru itu.

Kyou mulai mencari latihan soal yang dimaksud sedangkan Akira nampak was-was saat memikirkan Soal apa yang akan ia hadapi, mudah kah? Sulit kah? Dan saat Kyou menemukan latihan soal tersebut mereka berdua langsung terkesiap.

"Oh my eyes!!!!" Pekik mereka berdua serempak.

Akira menoleh kebelakang lebih tepatnya kearah Hyun salah satu master math dikelas.
"Hyun! Hyun! Ini cara ngerjainnya gimana?" Tanya Kyou sambil menunjuk soal yang tak Akira mengerti sama sekali.

"Can you stop speak speak? Now my head is puyeng you know." Ucap Hyun dengan bahasa terbarunya sambil menunjuk Kyou dengan pensil sedangkan yang lain hanya tertawa termasuk Kyou yang tadi bertanya.

"Wow your bahasa is ngawure nemen!" Ujar Akira dengan bahasa yang tidak kalah parah yaitu dengan bahasa jawa yang merupakan salah satu bahasa asli yang paling luas di Indonesia (tepuk tangan untuk Indonesia and Java 👏)

"Hyun can you tell me how to ngerjain ini soal?" Tanya kyou sekali lagi. Jujur ia merasa ilfil.

"First preaper the ingredients—"

"Njir, itu mah Procedure text Hyun!" Sahut Akira yang langsung disambung dengan gelak tawa. Dan orang yang paling parah dalam ketawa adalah Akira, Kyou, Ayumi, Rose, Hyun dan Airi.

Mereka berenam terus mengerjakan tugas matematika bersama walau Kyou dan Akira sama sekali tidak ikut mengerjakan tapi mereka berdua lebih tepatnya menyontek daripada membantu mengerjakan.

"Bagaimana Hyun, apa ada yang kesulitan?" Tanya pak Bwambwang yang sukses membuat enam pasang mata itu menoleh bersamaan kearah guru bersurai hitam dan dihiasa beberapa helai rambut putih (baca: uban).

"Tidak pak, tidak ada yang susah. Orang kami menyontek jawabannya Rose." Jawabnya spontan. Mereka berenam terkekeh ria sedang kan sang guru bersweatdrop ria dan pergi meninggalkan kelas.

Hyun yang sibuk dengan kegiatan menyonteknya merasa sedikit terganggu dengan acara ngobrolnya Airi dan Kyou yang entah membahas apa. "Can you two stop speak speak? I am fell terganggu."

"Yes yes.." cuma itu yang bisa Airi jawab karena iya tidak terlalu jago dengan bahasa terbaru yang belum ada dikamus.

♥♡♥♡♥

"Kyou... kamu dijemput Ayati— eh maksud ku Ayato lagi kah?" Tanya Akira yang berjalan sambil tersenyum ramah kearah para murid yang menyapanya.

"Hu... entahlah mungkin iya."

"Memang iya." Jawab Aoi sambil memasang wajah jutek.

"Wah rupanya sang putri sudah ditunggu si pangeran yang merupakan kakak sepupu yang tak pernah ia lihat ya~" ucap Akira sambil melihat kearah yang sedari tadi Aoi lihat. Kyou mulai yakin jika mereka berdua (Akira dan Aoi) adalah orang yang saling peka satu sama lain.

"Ya udah... pai pai herbivore!" Ujar Akira sambil melambaikan tangannya dan berlalu bersama dengan Aoi menuju tempat parkir sepeda.

Kyou menghela nafas panjang dan melangkah kan kakinya menuju Ayato yang sedang menunggu nya dibawah pohon beringin.

'Kapan ini berhenti nya tuhan?'

♥♡♥♡♥

Hoho... maaf" baru bisa update.. :"3

My Ice Prince (HIATUS)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang