Seperti biasa,
Sisa malam yang kau gores
selalu menyisahkan ingatan tentang dirimu
yang tak pernah habis walau waktu akan semakin tipis
Seharusnya aku sekarang sedang berada diruang mimpiku
Tapi kamu selalu menggagalkan rencanaku untuk sampai disana
Pikiranku selalu penuh dipenuhi kamu
Aku tidak bisa tidur, kamu sih!
Dini hari, April 2016
ANDA SEDANG MEMBACA
Tersayat imaji
PoesíaHasil kolaborasi rasa yang meninggalkan jejak dalam bentuk sajak. Selamat menikmati! Cover by fnhoran
