Langit hanya mendung, sayang.
Tak perlu cemas
Lihatlah, daun-daun menari bersama hembusan angin dan saling berbagi tawa
Bahkan sang ranting pun turut menikmati
Jangan arahkan pandanganmu hanya ke layar ponselmu
Hingga hatimu menjadi mati terbunuh waktu
Ia takkan lagi mengirim pesan untukmu
Karena disana, jingga lebih dulu memberi kabar baik pada langitnya
Tak perlu cemas
Tak perlu cemas
Aku berkata untuk kesekian kalinya, tak perlu cemas,.
September 2016
ANDA SEDANG MEMBACA
Tersayat imaji
PoesieHasil kolaborasi rasa yang meninggalkan jejak dalam bentuk sajak. Selamat menikmati! Cover by fnhoran
