Kau mengharapkannya pulang menuju hatimu,
Sedangkan ia lebih memilihku tuk menjadi rumah baginya.
Jangan biarkan lukamu itu terus menjalar ke telinga mereka
Dan berubah seperti teror yang siap menerka
Hingga, seketika kawan-kawanmu kini menjadi sangat buas
Menyerangku tanpa harus berfikir waras
Jadi, aku harus apa?
Atau kau yang harus bagaimana?
Jangan paksakan hatimu lebih lagi, tolong.
Dia sudah bahagia memiliki ku
Desember 2016
ANDA SEDANG MEMBACA
Tersayat imaji
PoetryHasil kolaborasi rasa yang meninggalkan jejak dalam bentuk sajak. Selamat menikmati! Cover by fnhoran
