Kau, layaknya saklar.
Aku, adalah listriknya.
Dan pada dasarnya, kita saling berkaitan satu sama lain, bukan?
Hatiku mengarus deras ketika berada pada perangkat saklarmu
Dan kau, dengan bebasnya menyambung-memutuskan jaringanku.
Sadis.
September 2016
ANDA SEDANG MEMBACA
Tersayat imaji
PoetryHasil kolaborasi rasa yang meninggalkan jejak dalam bentuk sajak. Selamat menikmati! Cover by fnhoran
