Tidak ada mimpi indah malam ini, tuan.
Sebab bantalku sudah dipenuhi airmata serta lukanya.
Aku sibuk menyeka airmataku sendirian,
sedang kau terlelap jauh diambang kesadaran.
Tuan, mengapa kau memberiku sekat?
Memudarkah keinginanmu untuk selalu dekat?
Yang aku takuti sekarang; kau memilih untuk meninggalkan
Dan jiwaku belum cukup tabah untuk merelakan
Jangan, jangan pergi
Maafkan aku yang memaksa.
Agustus 2017
ANDA SEDANG MEMBACA
Tersayat imaji
PoesíaHasil kolaborasi rasa yang meninggalkan jejak dalam bentuk sajak. Selamat menikmati! Cover by fnhoran
