Delapan Belas

1.8K 79 3
                                        

“ITU kan Cuma mimpi, Ca,” komentar Steffi, berusaha sesantai mungkin, begitu

Salsha menceritakan mimpinya.

“Tapi rasanya kayak beneran. Lo yakin itu Cuma mimpi, stef? emangnya beneran

nih, gue nggak pernah deket sama cowok yang jago basket?” salsha penasaran.

steffu menatap sahabatnya. “Gue rasa lo mulai kesengsem sama aldi deh.”

Salsha langsung menekuk wajah. “Kok jadi aldi sih? Gue yakin cowok yang gue liat di mimpi itu bukan Aldi!”

“Seberapa yakin?” tantang Steffi.

Salsha mendadak gagu.”Hm... yah... 50 persenlah...”

“Oh...Cuma 50 persen...” steffi kembali membaca majalah yang ada di tangannya. Saat itu salsha memang sedang main ke rumah steffi.

“Oke, bukan 50 persen, tapi 90 persen!” seru salsha kesal.

Steffi melirik ke arah salsha. “Kalo gitu, gue lebih percaya sama yang 10 persen sisanya.”

“Kok lo gitu sih?!” seru salsha jengkel.

Steffi menutup majalah dan kembali memfokuskan diri pada salsha. “Gini ya, Ca. Empat tahun gue jadi sahabat lo, gue nggak pernah denger ada cerita kayak dalam mimpi lo itu di kehidupan nyata lo. Jadi ya...”

“Lo yakin?” potong salsha, mencari kejujuran di mata steffi

Steffi balas menatap salsha dengan tajam. “Yakin.”

Salsha terdiam.

steffi menghela napas, membuka majalah, lalu pura-pura membacanya dengan serius. Andaikan salsha tahu, saat ini dada steffi berdebar sangat kencang

karena telah sukses berbohong. Andaikan salsha tahu, saat ini steffi begitu panik mendengar mimpi salsha yang sebenarnya pernah menjadi kenyataan itu!

Bersambung...
Vote&comment

Kamu Yang Ku TungguCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang