Aldi ikut keluar, dan setelah Iqbaal pergi, Aldi menatap ruamh rah di selitarmya. Kenangan masa kecil pun muaai mampir di kepalanya. Dulu dia begitu akrab dengan situasi di sore hari ginu. Semua anak kecil berkumpul untuk bermain
Tiba Tiba hatinya terasa hangat. Ia ingin kembali ke masa masa itu. Masa masa ketika ia bisa tertawa dan menangus tanta harus mau. Mau ketawa ya ketawa aja dan menangis ya nangis aja. Nggak akan ada orang mencela. Berbeda dengan sekarang. Kalo hari gini ia tertawa dan nagis dengan cueknya didepan orang banyak bisa bisa ia di bilang orang gila!
Perlahan Aldi melangkahkan kaki menelusuri kompleks. Mumpung sepi dan nggak ada orang yang mengenalnya, jadi nggak ada salahnya ia jalan jalan, membandingkan setiap perubahan dari ingatan masa kecilnya dulu dengan sekarang. Pastinya ,banyak yang berubah. Dan ia ingin tahu seberapa besar perubahan itu
Begitu tiba di taman yang terletak di ujung jalan, senyum Aldi langsung mengembang. Walaupun samar-samar, ia masih mengingat taman ini. Aldi sama sekali nggak ingat dengan jelas wajah teman teman kecilnya. Bahkan ia lupa siapa saja teman yang dulu bermain dengannya.
Lagi pula. Aldi bukan vowok melankolis, jadi otaknya pun nggaj pernah bergikir ke arah situ. Yang ada di hadapannya sekaramg ini, itulah yang harus di jalaninya. Baginya, itulah hidup. Jangan berfikir terlalu jauh melainkan menikmatilah semuanya dengan baik. Dengan begitu, secara nggak langsung,masa depan yang dibentuk pu aka .berjalan baik
. Perlahan Aldi memasuki taman dan duduk di bangku ayunan. Memang konyol sih. Anak kelas dua SMA masa masih main ayunan ? Haha! Vino tertawa dalam hari menertawakam dirinya sendiri
. Tapi tiba-tiaa.....
BRUK! Tubuh Aldi terhepas ke depan dan.mendarat di tanah. Untuk nggak sampai tiarap.Aldi langsung melihat kedua tangan nya yang sedikit lecey akibat menopang berat badanya. Tapi nggak sampai satu menit kemudian, Aldi sudah berdiri dan membalikan badan untuk melihat siapa orang gila yang berani mendorongnya
. Ternyata....
Berdiri dengan wajah puas dan tangan melipat di depan dada. Salsha yang bersadar di tiang ayunan. Rambutnya yang sebahu dab dikuncir makin mendukung ekspresi "siap bertarung"
"Eh, elo! " seru Aldi, nggak percaya denagn penglihatannya sendiri ."Ngapain li disini? " tanya Aldi yang dua detik selanjutnay baru ingat bahwa Salsha juga tinggal di daerah sini. "Oh maksud gue, ngapain lo dorong gie?! " ralat Aldi, masih dengan wajah kesalnya
Salsha tersenyum sinis, "Lo masih nggak tau apa dosa lo? "
"Hah? " Aldi masihbingun "Emangnya lo siapa berani menghakimu dosa dosa gue? Malaikat kematian?" kata Aldi denga. senyum mengejek
. "Gue orang yang lo bohongin tadu siang di sekolah,!!" seru Salsha, kesal setengah mati
. Aldi tersadar. Perlahan ia mundur selangkah, malas meladeni cewek gokil ini. Masalahnya, memang ia yang bersalah. Tadi disekolah ia memang sengaja menunjukan ruangan yang salah padanya
Salsha yabg tau gelagat mau kaburnya Aldi, Makin endekatke arahnya. Bukan untuk menggumi kevakepannua si kakak kelas belahu inj, melinkan untuk makin menyudutkan sampai mengaku dosa
"Maksud lo apaan, hah? Pake sok-sok an baik ngasih tau markas eskul tekwondo segala? lo tolol apa bego sih?Gue kan nanya nya lapangan basket indoor! " seru Salsha, benar benar kesal dibohongi
Aldi berhenti mundur, Emosinya sedikit terpancing, sekarang ia lebih memilih untuk menghadapi Salsha
"Eh! lo belagu banget sih jadi adek kelas! nggak yau sopan santun ya!? " balas Aldi, nggak terima di nentak benyak sma Salsha
"yang belagu itj lo apa gue!? " Mentang mentang kakak kelas, yrus lo bisa seenaknya mainin adik kelas, gitu! "
"Trus mau lo ala, hab?" tanya Alsi, ingin cepat cepat menyelesaikan pertatungan bodohnya ini
"Gue mau lo minta maaf ke gue ' ujar salsha sambil yersenyum puas
"Cih! Seharunya lo minta maaf duluan! Lo nggak inget seberapa belagunya lo pas masuk sekolah waktu itu? " tanya Aldi, teringat pada kejadian tabtakan di tangga sekolah
. Salsha mengerutkan dahi "Kapan?"
"Anak kecil kayak elo mah emang enggak mungkin inget simi, biar kaka ingetin ya, Dik hampir seminggu yang lau, Adik nambrak Kakak di tangga sekolah. Adik nggak minta maaf, lagi! " jelas Aldi
. Salsha engingat sejenak "OOoohh! Hm, jadi marah sama gue karena itu? ih Banci banget sih lo jadi cowok! "
Lagi-lagi Aldi melongo. Nih cowok berani bangt ngomibf kasar. "Sebenanya sih bukan cuma karena ini. Tapi.... "Ulang Salsha menggantung kalimag
"Tapi apa...? " ualng Salsha nggak sabaran
Aldi tersenyum sinis "Tapi karena gue emanh suka ngerjain lo!"
"Dasar belagu! " seru Salsha dengan muka merah padam
Tanpa berniat untuk embalas, Aldi membalikan badan dan berjalan meninggalkan Salsha. Tapi baru beberapa langkah ,ia sudah kembali membalikan badan
"Lo ngapain ngikutin gue? " tnya Aldi jutek
Langkah Salsha pun ikut terhenti, "Dihhh! Ge-er bangt sih lo"sahut Salsha, Sama juteknya sambil melangkah mendahui Aldi
. Akhirnya Aldi melanjutkan perjalannannya, denagn Salsha di depannya. Mau nggak mau, Diperhatik nya juga sosok Salsha dari belakanh, Entah kenpa, Aldi meras mengenal sosok itu, Salh satu teman kecilnyakah? Kalo iya, siapa namanya? Ah! Bodohnya ia sampai nggak tau nama si cewek padahal udah bertengakr mulut seseru tadi. Tapi.... ya sudahlah.
BERSAMBUNG
Maaf kalo ada yang typo ,trus klo lama next nya
Jangan lupa Vote & commant
KOMENTARNYA YG BAGUS DONG, KOMEN GIMANA CERITANYA
