"Gue mau ngomong sama elo," kata Steffi dingin, begitu sampai di hadapan Aldi , pas jam istirahat berlangsung.
"Mana Salsha ?" tanya Aldi , sama dinginnya.
"Dia di kelas."
"Lo mau ngomong apa sama gue?" tanya Aldi , sedikit penasaran.
"Kita ngomong di belakang sekolah aja."
Steffi berbalik dan berjalan ke arah belakang sekolah. Aldi mengikutinya. Jujur, perasaan Aldi nggak enak. Sejak awal ia selalu merasa ada yang aneh pada diri Steffi . Ia tahu, Steffi nggak suka padanya. Bahkan kadang Aldi merasa Steffimembencinya!
"Well, jauhi Salsha ," ujar Steffi sambil menatap Aldi tajam, begitu mereka sudah di belakang sekolah.
"Masalah itu lagi? Sebenernya lo ada masalah apa sih sama gue?" tanya Aldi kesal.
"Gue nggak mau lo bantuin Salsha nginget masa lalunya."
"Maksud lo apa sih? Bukannya lo juga lagi berusaha bantuin dia?"
Steffi terdiam, masih dengan tatapan dinginnya. Aldi tersadar. "Oh... begitu ya? jadi, lo nggak pernah bantuin dia untuk inget masa lalunya? Lo takut dia inget masa lalunya," tuduh Aldi , nggak menyangka dengan semua kenyataan ini.
"Gue memang nggak mau dia inget masa lalunya."
"Lo siapa? Lo bukan sahabatnya, kan?" Aldi mulai panik.
"Justru karena gue sahabatnya, gue ngerti dia! Gue yang tau semua masa lalunya! Dan gue yang paling tau seberapa bakal menderitanya dia kalo dia inget semuanya!" seru Steffi , puas mengeluarkan semua unek-uneknya selama ini. Untung mereka ada di belakang sekolah, jadi nggak ada orang lain yang mendengar.
"Apa sih maksud lo?" Aldi benar-benar bingung.
"Lo tau siapa orang yang selama ini paling deket sama Salsha sebelum dia kecelakaan?" tanya Steffi , membuat Aldi tersentak.
"Sebelum dia kecelakaan?" ulang Aldi bingung.
"Selama ini ada seseorang yang selalu ada untuk Salsha . Mereka tetanggaan. Dan setahun yang lalu mereka resmi pacaran."
"Gue nggak ngerti..."
"Beda umur mereka sekitar tiga tahunan. Cowok itu alumni SMA kita ini...," lanjut Steffi , sengaja memotong kalimat Aldi .
Aldi tersentak. Sepertinya dia tau siapa yang sedang dibicarakan oleh Steffi .
"Terakhir kali gue ngomong sama cowok itu sekitar dua bulan yang lalu, pas dia ulang tahun yang ke-18. Dia bilang dia mau mengenalkan Salsha ke temennya. Tapi ternyata, hari di saat Salsha amnesia, juga merupakan hari terakhir gue bisa ngobrol sama cowok itu..."
Aldi terenyak. Dia nggak berani melihat tatapan nanar steffi . Banyak kepedihan terpancar di mata cewek itu. Dan sekarang, rasanya kepedihan itu mulai menular kepadanya.
"Maksud lo... Kiki ?" tanya Aldi, masih shock.
Steffi tersenyum, antara sinis dan sedih. "Lo deket kan sama Kiki ? Dia pasti udah cerita tentang pacarnya, kan?"
Ntar cewek gue bakal masuk SMA ini juga, jadi adik kelas lo. Berhubung gue udah hengkang, jadi... bantu gue jagain dia selama di sekolah ya! kalimat itu terngiang kembali di telinga Aldi .
Bersambung
Hyyyy vote & commant yuuk,
