⓱17 || Strive

13.6K 848 30
                                        

"Ayah. Apa yang kau lakukan di sana?"

"Hm? Kenapa kau terbangun landak?"

"AYAH! Aku bukan landak!"

"Hahaha. Baik, itu adalah seperti apa rambutmu tampak. Ini sudah lebih tengah malam, kenapa tidak tidur?"

"Gerah"

"*Sight*. Kemarilah"

Pria yang lebih dewasa menjemput kepala landak dan mendudukkannya di pangkuannya. Angin meniup tirai jendela yang terbuka lebar, menampakan langit bintang tanpa bulan

"Strife"

"Ya Ayah?"

"Aku tidak akan mengurungmu di sini. Keluar dan berbaurlah dengan manusia"

"Tapi, bagaimana kalau mereka jahat. Bagaimana jika mereka taku aku?"

"Strife.Bukan mereka yang harus taku padamu. Tapi kau harus takut dirimu sendiri"

"EH! TAPI AKU KAN TAMPAN! RAMBUTKU SAJA YANG SEPERTI LANAK!"

"BUKAN ITU DIDIOT! Maksudku takut jika kau melukai mereka"

"...Oh"

"Seiring datangnya kekautan besar. Tanggung jawab yang besar juka akan kau pikul. Karena itu, jangan berdiri sediri, kehilangan adalah hal menyakitkan. Tapi kita harus belajar untuk melepaskan. Agar jiwa kita bisa merasakan kebebasan"

"OK! AKU MENGERTI!"

"Strife, perkenalkan dirimu. Ini adalah Eliot anak teman ayah, kalian bergaulah aku akan tinggal dulu"

"Senang bertemu denganmu pangeran. Saya Eliot putera dari Cadis dan Alestis"

"YO! AKU STRIFE. AKU BUKAN PANGERAN YO! PANGERAN ITU LEMAH DAN MANJA. AKU ADALAH KASATRIA... DAN BERHENTI BERJONGKONG DI HADAPANKU YO! KAU MEMBUATKU MERINDING!"

"Oh. M-maaf, pa-kasatrian Strife...?"

"Okay. Jadi kau anaknya Cadis maka kau harus pintar"

"Ya, saya study di-"

"Pst. Bisa bantu aku mengerjakan PR ini. Matematika itu membenciku dan mengutukku, JADI AKU TIDAK BISA MENGERJAKAN MEREKA!!!"

-_-'

js","i��T�\�^

The Best To Be My MateCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang