😭😭😭
Aku nggak tau harus ngomong apa
Banyak banget yang suka cerita ini meski udah taman. Dan aku pikir ceritanya juga belum seberapa, karena ini cerita pertama yang aku buat
Berkali-kali cerita ini naik turun rating. Mski begitu nggak pernal lebih dari rating 200+
Selalu 100+ atau 10+
Baru" ini meningkat banget😭😭
Terima kasih kalian para pembaca😘😘
Aku jadi penasaran
Apasih yang bikin kalian suka sama cerita ini😗
Dan atas ucapan terima kasihku lagi
Aku buat chap selingan ini hehehe
Sekali lagi terima kasih
😘😘
~***~
Cahaya bulan bersinar menembus lebatnya pepohonan hutan. Berbagai suara hewan malam bersautan dan menambah harmoni malam. Di tengah hutan tersebut, ada sebuah mansion yang berdiri kokoh, tidak ada satupun cahaya yang terlihat dari jendela-jendela mansion.
Seorang pria keluar dari bayang-bayang hutan. Kemeja putih dilengkapi celana panjang yang putih memuji kulitnya yang pucat dan mata merahnya
Romeo menatap mansion itu dengan pandangan kosong. Ia berpikir mansion yang berada di tengah hutan seperti ini adalah mansion yang kosong dan ditinggalkan
Tapi, menjadi makhluk astral dia. Romero bisa merasakan adanya kehidupan tunggal yang berada di dalam mansion tersebut
Pria ruapawan itu menatap sepatunya yang kotor dengan murung dan cemberut
'Kenapa aku ada disini. Pulau ini seperti tidak ada penghuninya saja, aku lelah dan lapar. Menemukan mansion saja, ada yang punya'
"Mari kita berharap orang yang tinggal disini ramah. Aku benar-benar butuh istirahat dan makanan" gumam Romero sambil mendekati pintu besar mansion itu
Romero mengetuk pintu tebal itu dengan sedikit kuat. Tak lama kemudian, pintu dibuka oleh seorang pria yang memiliki rambut blonde yang panjangnya menutupi tengkuknya
Mata biru pria itu melebar terkejut "Tuan. Tuan pergi ke mana saja? Apakah master tersesat lagi?" Romero hanya diam dan menatap datar orang di depannya
'Apa-apaan dia? Dia ini manusia tapi auranya gelap sekali. Dan, apakah dia itu sering ke salon. Rambutnya... err'
Pria blonde itu menyingkir dari pintu dan mempersilahkan Romero masuk "Silahkan tuan. Teh sore anda akan segera kusiapkan"
Reomero mengangkat alisnya sebentar. Tapi sisi liciknya mulai berpikir cepat
'Lumayan juga. Sekalian minta makan ah muehehehehe'
Romero menutup matanya "Sebenarnya aku juga merasa lapar" pria blonde itu teraenyum dan membungkuk "Saya akan menyiapkan makanan tuan juga"
Romero tersenyum lebar "Terima kasih. Ngomong-ngomong, siapa namamu?"
Pria blonde itu menatap senyuman Romero dengan terkejut, seolah itu adalah keajaiban dunia "Eh, nama saya. Frankenstein tuan"
Romero mengangkat sebelah alisnya "Frankenstei? Namamu panjang dan sulit, bagaimana kalau aku pendekan saja. Akan aku panggil kau Frank"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Best To Be My Mate
Manusia Serigala"I STEVANO LEONANDO. REJECT YOU AS MY MATE, CLAIRE ROUSA" "..." "kenapa kau masih di sini. PERGILAH!!" Aku berlari, terus berlari Aku tidak mau dan tidak berniat untuk bangkit lagi "astaga, jadi aroma manis dan mawar itu dari dirimu. Aku akan memaka...
