Ending+Ekstra part

653 73 7
                                        

Joy menatap pantulan dirinya di cermin rias nya,wajahnya yang dulu cenderung chubby dan imut,kini menjadi tirus dan kusap. Mata indahnya kini di tutupi oleh lingkaran hitam serta bola matanya yang semakin memerah. Rambut hitam lurusnya dulu,kini menjadi lebih tipis karna kerontokan yang menerpa nya setiap hari.

Baru dua hari di tinggalkan oleh sahabatnya saja sudah mampu membuat joy seperti mayat hidup. Ditambah beban gila yang harus di pumpuknya hari ini.

Karna hari ini adalah hari kematian,hari yang akan menjadi hari termenyakitkan dalam hidupnya,Jimin akan menikah hari ini. Menggingat itu,membuat Joy terduduk di depan meja riasnya,menangis tersendu sendu di sana. Ia menelungkupkan wajahnya di meja rias itu,menumpahkan segala kekesalannya atas cobaan hidupnya yang begitu berat. Kapan aku bisa bahagia? Fikirnya.

Namun tiba tiba Joy menggadahkan kepalanya,menatap siapa pemilik tangan lembut yang tengah mengusap surai nya.

"Eomma" lirihnya. Eomma hanya tersenyum dan berjongkok di depan Joy,mengusap air mata anak gadisnya itu secara perlahan. Seketika itu,Eomma juga ikut meneteskan airmatanya.

Tak perlu banyak bertanya,Joy segera menggerakkan tangan nya menyentuh pipi sang Eomma,menggusap air mata itu secara perlahan lahan. Suasana mulai berubah menjadi dramatis sekarang.

"Mianhae,Soo Young... Eomma tidak bisa berbuat apapun soal ini,urusan mu sudah di luar takdir sayang,Eomma benar benar tak mampu berbuat apapun" Joy hanya tersenyum mendengar ucapan Eomma nya. Ia mulai berdiri dan kembali menatap dirinya di cermin.

"Aku pasti bisa melewati hari ini,seperti hari hari biasanya... I-ini bukan sebuah perkara yang besar,perasaanku tak ada apa apanya dengan cinta Jimin kepada Sulli,a-aku hanyalah seonggok sa-"

"Cukup,Soo Young... Dengarkan Eomma,Kau sama sekali tidak bersalah perasaan Cinta itu hadir dari sang pencipta,mungkin hanya takdir yang tak berpihak padamu.. Tapi percayalah,suatu saat nanti perasaan mu itu akan hilang dengan sendirinya dan kau akan menemukan seseorang yang kau cintai,dan itu bukanlah Jimin" belum selesai Joy menyelesaikan kalimatnya,tiba tiba di potong oleh kalimat panjang dari Eomma nya.

Joy samasekali tak bergeming,ia sangat beruntung karna memiliki seorang Eomma seperti ini,Eomma yang selalu mendukung nya baik dari sisi baik maupun dari sisi yang kurang baik.

Joy bergegas memeluk Eomma nya,menangis di pundak eomma nya dengan tersendu sendu.

"Sekarang,bersiap siaplah untuk ke pernikahan Oppa mu"

°°°°°°°°°°°°

Tangan Joy bergetar tak kala kulitnya sudah menyentuh knop pintu ruang fitting Jimin,Joy berkali kali menarik nafasnya dalam dalam Berusaha menetralkan degub jantung nya yang berdetak tak karuan.

Ia memutar knop itu pelan, perlahan lahan pintu itu terbuka dan menampilkan sebuah siluet seorang namja di sana,seorang namja tampan yang tengah mengenakan stelan tuxedo berwarna silver tengah merapikan krah baju nya. Joy tersenyum getir. Ia begitu bahagia hari ini,Batin nya.

'Kriettt' seiring pintu itu terbuka sempurna,Jimin pun menoleh melihat adik cantik nya tengah menatapnya dengan senyum yang merekah. Jimin ikut tersenyum lebar menanggapi itu,tanpa pernah tau bagaimana hancurnya hati adik cantik nya itu.

Selangkah demi selangkah,Joy mendekat ke arah Jimin,Yeoja itu masih saja menampilkan senyum nya di depan jimin.

'Tap' langkah Joy berhenti tepat di 30cm jaraknya dan Jimin. Senyum masih belum luntur dari wajahnya.

"Ada apa Joy?" Tanya Jimin,membuka pembicaraan.

"Tidak,Oppa... Aku hanya ingin mengatakan sesuatu"

Black and WhiteTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang