Part X

703 65 1
                                        



Selama diapartemennya, hatinya masih bergemuruh hebat. Membuat tangisannya tumpah sejadi-jadinya dan hatinya tidak kuat menahan rindunya. Mingu.. lelaki itulah yang ternyata selama ini hilang tanpa kabar selama 2 tahun dan kembali dengan wajah polosnya tanpa mengingat dirinya siapa.

Mencoba untuk tenang, tteapi rasa rindu selalu meanng dari hati Tzuyu. Gadis itu akhirnya menghela napas panjang dan mencuci mukanya di kamar mandi. Setelah mengelap wajahnya dengan handuk, ia memperhatikan dirinya di cermin dengan seksama.

Matanya merah bengkak bagaikan naga merah. Iamelihat lekat-lekat wajahnya dan membuatnya teringat akan satu kenangan lagi. Kenangan ketika terakhir kali ia dan Mingyu bertemu 2 tahun yang lalu. Tzuyu berteriak kesal dan mencoba melupakan momen dan kenangannya bersama Mingyu. Ia emmangis lagi dan mengunci pintu apartemennya. Semalaman, dirinya hanya menangis dan menangis.

*Beberapa hari kemudian

"Aduh! Dia kemana aja sih?" resah Nayeon sendari tadi mondar-mandir resah di belakang. Ketika sedang sibuk resah sendiri, Mingyu dan Minghao masuk dengan wajah khawatir. Apalagi Mingyu, yang wajahnya jelas-jelas melukiskan kekhawatiran luar biasa paniknya.

"Dia belum juga masuk?" tanya Minghao melihat raut wajah Nayeon yang tidak kepalang khawatirnjya. Gadis itu mendongak dan menggeleng pelan.

"Aish! Aku bisa gila kalau ini tidak ada ujungnyajuga! Sudah 4 hari gadisitutidak masuk sekolah tnapa kabar!" panik Mingyu mengacak rambutnya frustasi. Tanpa berpikir lagi, Nayeon mengambil tasnya dan pergi menghampiri Mjinghao dan Mingyu.

"Hari ini akiu bolos kampus karena ingin mencari Tzuyu. Kalian ikut, aku akan tunggu diparkiran." Tanpa berpikir, Nayeon berjalan menyusuri kampus dan menuju parkiran. Mingyu dan Minghao saling tatap dan mengangguk setuju. Kedua sahabat itupun mengambiltas mereka dan pergi menyusul Nayeon.

*Parkiran

"Nayeon-a! Ayo kita pergi bergegas!"

Nayeon menoleh ke belakang dan melihat Mingyu tengah menyahutinya dan menunjuk ke arah mobil Minghao. Gadis itu mengangguk dan segera memasuki mobil Minghao dan melaju menujutempat pertama mereka mencari Tzuyu.

"Kemana dulu kita pergi?" tanya Minghao sembari memakai sabuk pengaman.

"Kita pergi ke taman air didekat mall saja. Itu biasanya tempat Tzuyu menenangkan diri apabila ada hal yang membuatnya stres dan gila," kata Nayeon menghela napas mengkontrol diri. Mingyu mengangguk dan mereka pun menuju taman air yang ditunjukkan oleh Nayeon.

Selama perjalanan, Mingyu tidak bisa duduk tenang dan tangannya bertaut gugup sekaligus gelisah. Ketika merenungkan diri, mereka sampai di taman air dan tidak melihat keberadaan Tzuyu sama sekali.

"Tidak ada," ucap Nayeon sedih. Mereapun akhirnya meninggalkan taman air dan memparkir mobil dipinggir sebentar untuk berpikir sebentar. Mingyu merenung sejenak hingga tiba-tiba sesuatu terbesit dalam benaknya. Ia bergumam pelan, membuat Nayeon dan Minghao menatapnya dengan bingung.

"Mingyu-a..."

"Tzuyu.. aku mengenalnya sebelum ini."

Kata-kata Mingyu barusan membuat Minghao dan Nayeon terbelalak kaget.

"Mworago? Kapan?" tanya Nayeon bingung. Mingyu memejamkan mata sejenak dan membuka matanya lagi karena ia... ia sudah mengingat semuanya.

"Dia cinta pertamaku yang aku tinggalkan selama 2 tahun selang," ucap Mingyu dengan ragu tetapi nada suaranya terdengar yakin dan percaya.

"Mworago?!" pekik Minghaokaget.

"Bagaimana kalian bisa bertemu?" Nayeon mulai penasaran sekaligusgeregetanj.

"Dia.. dia anaknya teman ayahku. Aku sempat jatuh hati padanya dan jadian selama beberapa bulan hingga, aku meninggalkannya 2 tahun lalu karena aku harus pindah ke Korea karena pekerjaan ayahku. Aku mengingatnya. Senyumnya. Wajahnya. Tetapi, aku baru mengingatnya sekiarang saking bodohnya aku. Dan akutahu satu haltentangnya dan Korea.

Dia menyukai... ah! Dia menyukai sungai Han dan ia mengatakan bahwa sungai Han adalah tempat yang cocok untuk meluapkan semuanya," ungkap Mingyu panjang lebar.

Minghao dan Nayeon melongo tidak percaya dan akhirnya...

"Arraseo, ayo kita ke sana sekarang," dengan cepat Minghao menancap gas menuju sungai Han. Selama perjalanan, Mingyu mendengar gumaman Nayeon yang membuatnya juga khawatir.

"Semoga dia ada disana."

When Love Strike BackTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang