Chapter 11

110 10 0
                                        

Flashback

D.o dan Soona duduk terdiam menonton sebuah film dengan tangan yang saling menggenggam. D.o terlihat membentuk lekungan dibibirnya sambil menatap kelayar. Soona yang saat itu sangat tidak nyaman dengan perlakuan D.o, dia hanya bisa pasrah dan terus menonton.

Beberapa saat kemudian filmnua belum kunjung selesai, namun terlihat Soona sangat mengantuk dan sesekali memejamkan matanya kemudian membukanya lagi. Sampai akhirnya ia sudah tak tahan dengan rasa ngantuknya iapun tertidur dipundak D.o
D.o terkejut saat Soona menjatuhkan kepalanya kepundaknya. Ia menoleh menatap Soona. Terlihat sesosok wanita yang sedang tertidur tenang.

"Bahkan saat dia tertidurpun dia sangat lucu dan menggemaskan"ucap D.o sambil mengusap kening Soona dan mempelebar senyumannya.

Saat itu Kai berdiri dibalik pintu kamarnya. Melihat betapa perhatiannya D.o pada Soona. Hatinya mulai merasa perasaan yang aneh ketika melihat kejadian itu. Mengapa ia benar-benar tak menyukai kedekatan Soona dan D.o. Kai langsung menutup pintunya dan kembali masuk kekamar.

Flashback Off

Akhirnya film yang mereka tonton selesai. Kepala Soona masih berada di pundak D.o. Tiba-tiba Soona terbangun dari tidurnya ia melihat dirinya masih bersandar dipundak D.o. dengan refleks ia langsung terduduk disofa sambil melihat kearah D.o dengan wajah yang malu.

"Maaf .. maaf .. maaf aku sangat lancang sudah tertidur dipundakmu.."ucap Soona.

"Ahh gwaenchanaa.. tadi kau tertidur sangat pulas jadi aku tak enak untuk membangunkanmu.."

"Maaf .. lagi sekali maafkan aku.. sepertinya ini sudah larut malam aku harus pulang"

"Mau kuantarkan???"

"Jangan aku bisa sendiri aku tak ingin menjadi bulan bulanan fansmu lagi.. "

"Tapi inisudah larut malam "

"Masih jam 9 malam jadi jangan khawatirkan aku .. terima kasih sudah mengajakku menonton ini benar-benar mengesankan salam kepada semua member... lagi sekali terima kasihh aku pulang.."ucap Soona.

Soonapun pulang dan dengan cepat.
Sampainya ia dirumah Mark sudha menunggunya didepan.

"Nuna-ya.. mengapa kau tidak mengangkat telponku?"

"Hah? Telpon??"menggerogoh tasnya kemuadian ia melihat 10 panggilan tidak terjawab dari Mark.

"Astaga... maafkan aku .. "

"Kau hampir membuatku gila .. kufikir kau sudah diculik dengan seorang preman "

"Tidaklah.. aku bisa menjaga diriku sendiri.. baiklah kita masuk saja udara diluar sangat dingin."ucap soona berjalan sambil merangkul Mark.

"Mark... apa ibumu tak pernah menghubungimu?"

"Tidak pernah.. mana mungkin dia mengingatku. Diotaknya hanya ada.. bisnis.. uang... dan semacamnya.."

"Kau tak boleh berkata seperti itu.. biar begitu dia adalah ibumu.. yang melahirkanmu didunia ini.."

"Nuna-ya..."

"Eumm.."menatap Mark

"Apa kau tak mempunyai dendam dengan ibuku? Setelah apa yang ibuku lakukan padamu saat ini"

"Dendam? Kurasa tidak.. hanya saja tak percaya.. kalau bibi Yoon melakukan itu padaku.."

"Hah? Jinjja?? Sedikitpun tak ada? Katakan saja padaku.. jangan karena aku ada disini kau malah menyembunyikan dendammu pada ibuku"

YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang