Siapa Dia ?

123 7 4
                                    

Author's Note :

Maaf ya lamaaaaa banget baru muncul lagi. Semoga masih ada yang menantikan cerita ini. Hmm happy reading aja deh...

***


"Khanza...Khanza !!" seorang gadis remaja tampak mengejar-ngejar gadis lainnya yang tengah berjalan santai sambil memegang sebuah novel.

"Khanza !!" teriaknya lagi lebih keras, seraya menarik lengan temannya yang masih saja tidak menghiraukannya.

"Loh Natasya kamu kenapa ? " Tanya Khanza seolah tak tahu menahu dengan Natasya yang tengah mengejar-ngejarnya sedari tadi.

"Kamu ini kebiasaan deh, kalau sedang baca novel seolah dunia hanya milik berdua, 'kamu dan si novel'. Tahu gak dari tadi Aku teriak-teriak nyariin kamu tahu !! " Jelas Natasya panjang lebar.

"Loh memangnya kenapa ?!! Tadi kan kamu sendiri yang bilang mau pulang sendiri hari ini ?" Tanya Khanza lagi, karena memang biasanya mereka selalu pulang bersama-sama tapi hari ini Natasya ingin pulang cepat karena sudah ada jadwal untuk foto model Majalah Fashion.

" Eh kalian sudah lihat belum ? Ada cowok cakep di pintu gerbang ?!!" Seru seorang gadis di tengah gerombolan gadis lainnya yang melewati Khanza dan Natasya.

"Oh ya ? Siapa memangnya ??? " Timpal gadis lainnya.

"Gak tahu, pokoknya yuk kita lihat." Akhirnya mereka pun segera berlari menuju tempat yang dibicarakan.

Khanza yang mendengarkan hanya melihat sekilas ke mereka dan kembalikan memfokuskan diri ke Natasya. "Jadi ?? Ada masalah apa Natasya ??"

"Yaa itu tadi, cowok yang dibicarakan mereka itu adalah Reyvaldy !!" seru Natasya girang entah kenapa.

"Hah, Reyvaldy ? Reyvaldy siapa ?. Seingatku teman kelas kita gak ada yang namanya Reyvaldy deh" kata Khanza acuh tak acuh.

"Helloooow, Dia Reyvaldy yang pengarang buku itu. Yang kamu ceritain si Mbak Donna ternyata cuma nama penanya itu loh. Yang ternyata nama aslinya Reyvaldy !!" seru Natasya lagi.

"Loh terus kenapa ? Kalau Dia datang kesini mungkin Dia mau ketemu orang yang Dia kenal disini kan ? Kenapa nyarinya Aku sih !!" gerutu Khanza yang tentu saja kesal karena waktu senang baca novelnya jadi terganggu hanya karena seorang Reyvaldy yang belum tentu nyariin dirinya.

"Yaa kali aja Dia nyariin kamu. Kan cuma kamu yang Dia kenal disini kan ?" Kata Natasya yang keliatan tidak yakin dengan kata-katanya sendiri.

" Lagian kamu salah, Natasya. Tuh lihat si Reyvaldy dengan orang-orang yang dikenal atau lebih tepat mengenal-nya, alias 'FANS-nya' "Natasya mengikuti arah mata Khanza ke sosok seorang pria yang tengah dikerumuni oleh cewek-cewek baik dari sekolahnya maupun orang yang kebetulan lewat di sekolah mereka. Dengan bermacam-macam kegiatan, ada yang minta foto , ada yang minta tanda tangan, bahkan satpam sekolah pun kewalahan mengatur mobil-mobil yang tiba-tiba berhenti di depan sekolah, hingga menyebabkan kemacetan.

"Yuk, kita pulang saja !!" seru Khanza menarik lengan Natasya untuk segera keluar dari gerbang sekolah seraya melewati gerombolan yang mengelilingi Reyvaldy.

Sekilas Khanza melirik ke arah Reyvaldy, begitu pun Reyvaldy yang melirik ke arahnya namun kembali mengalihkan pandangannya, seolah tidak begitu memperdulikan kehadiran Khanza.

***

Reyvaldy POV

"Siapa Dia ??" Seolah otakku tiba-tiba berpikir dengan keras, dikala kulihat seseorang terus dan terus memperhatikan Khanza dari pintu ruangan itu. Iya, sejak Khanza keluar dari ruang kelasnya Aku sudah mengamati gerak-geriknya. Gerak-gerik seorang anak laki-laki yang seolah menatap dengan pilu ke arah Khanza. Tatapan matanya itu seperti tatapan rindu kepada seseorang yang telah lama tak bertemu, entahlah. Tapi bukannya Dia berseragam yang sama dengan anak-anak di sekolahan ini ?

Bahkan disaat Aku bersitatap dengan Khanza, Aku pun merasakan tatapan tajamnya ke arahku. Siapa Dia ? Apa Dia kekasih Khanza ? Eh, kenapa juga Aku begitu peduli !! Tapi begitu Aku melihat kembali ke tempat dimana Ia berada sebelumnya, ternyata sudah tak ada siapapun disana.

Yaah...Dan disinilah Aku kembali ke alam sadarku dimana masih dikelilingi oleh fans-fansku. Sungguh sulit untuk keluar dari kerumunan ini. Tentu saja akan aneh jika tadi Aku langsung memanggil Khanza kan ? Yaa walaupun memang itu tujuanku kesini. Mau menjemput Dia, soalnya mama katanya pengen ketemu sama si Khanza. Tahu dari mana Aku tentang sekolah Khanza ?? Hmm yaa bisa dibilang itulah salah satu keuntungan punya sepupu cewek, masih ingat Lusi kan ? Apa sih informasi yang tidak bisa Dia dapatkan ?? Yaa walaupun mesti nurunin urat maluku dulu sih untuk menanyakan dimana sekolah Khanza. Dan satu lagi, salahkan juga dengan aturan sekolahan yang tidak memperbolehkan anak sekolahannya untuk membawa HP. So, mau tidak mau Aku harus kesini.

***

Author POV

"Maaf ya Za, Aku pulang duluan" kata Natasya yang ternyata dijemput oleh seniornya di tempat pemotretan.

"Iya tidak apa-apa. Lagian memang kamu sudah buru-buru kan dari tadi. Pakai acara sok-sok-an nyari Aku pula, hahahha" kata Khanza sambil melambaikan tangannya ke arah Natasya yang sudah berada di mobil sedan putih itu.

Tapi sebelum mobil itu melaju Natasya berkata "Aku yakin kok Za, Rey pasti datang nyariin kamu" katanya mantap sambil membalas lambaian tangan Khanza dan segera berlalu.

" Yakin apanya ? Emangnya kamu gak lihat tadi apa ? Si Rey tak peduli gitu, huft !! " gerutunya pada diri sendiri.

" Wah... wah... temanmu itu punya indra keenam apa ya ? Tahu aja kalau Aku mau jemput kamu. Yuk mobilku ada disana " seseorang tiba-tiba saja muncul dan menarik tangan Khanza ke arah seberang jalan yang disana terdapat sebuah mobil berwarna silver. Dari suaranya tentu saja Khanza tahu bahwa itu adalah Reyvaldy. Tapi kenapa ? Itulah isi benak Khanza saat ini.

"Kok diem aja Za ?" Rey berusaha memecah keheningan, tapi Khanza seolah tak memperdulikannya, Dia sibuk membaca novel yang terus berada ditangannya.

" Masih ngambek karena dicuekin tadi ? Hmm..." lanjut Rey.

"Siapa juga yang ngambek !!" seru Khanza menatap tajam ke arah Reyvaldi dengan berapi-api.

"Iya...iya percaya. Btw kamu langsung ke rumah aja ya ? Kalau antar kamu ganti baju dulu, entar lama lagi. Lagian Aku udah ngantuk dari tadi nungguin kamu" kata Reyvaldi sambil menyetir mobilnya dengan santai.

"Terserah..." jawab Khanza malas.

"Apaan sih, nunggu bentar aja gak ikhlas banget. Lagian ngapain juga Dia sok-sok nungguin kalau gak suka gitu ? Tinggal sms aja, entar juga pas pulang ke rumah pasti Aku baca kan ?" gerutu Khanza dalam hati.

"Assalamu Alaikum..." seru kami berdua hamper berbarengan ketika memasuki rumah Reyvaldi.

"Wa alaikum salam, loh Khanza sudah datang ? Bukannya tadi mama bilangnya biar sore aja Khanza diajak kesini kan ? Biar Dia istirahat dulu, kan capek baru pulang sekolah" seru mama Rey, yang sangat gembira melihat kedatangan Khanza.

"Sore, Rey sibuk ma. Kalau mesti jemput anak baru mama itu" seru Reyvaldi yang langsung aja naik ke kamarnya di lantai dua.

"Anak baru tante ? Maksudnya ?" gumam Khanza bingung.

"Masak gitu aja gak tahu Za ? Kalau kamu nanti nikah ama Rey kan kamu jadi anak mama. hahhaha " Lusi muncul dengan seruan candanya.

Khanza bingung mesti memberi tanggapan seperti apa. Hanya saja kata-kata itu entah mengapa seolah menjadi obat bagi kekesalannya disekolah tadi. "Kok Aku seolah berharap ya ?. Hush apa sih yang kupikirin"galaunya dalam hati.

"Yuk Za, kita buat kue. Kali ini tante mau masak kue brownis loh. Sekalian Aku mau nunjukin ke Heri kalau Aku juga bisa buat kue enak hehe " kata Lusi dengan semangat sambil menarik tanganku ke dapur, diikuti tante yang hanya bisa geleng kepala melihat perubahan mendadak dari Lusi yang jadi kepengen masak, hahaha.

Disaat Khanza disibukkan dengan rutinitas cewek, masak-memasak. Reyvaldi pun disibukkan dengan pikirannya tentang seseorang yang dilihatnya tadi di sekolah Khanza. Entah siapa Dia. Tapi cepat atau lambat Dia pasti akan bertemu dengannya. Iya Pasti .

***

Author's Note :

Gimana part ini ? Mohon VoMent-nya yups ^_^

Sampai bertemu lagi di part berikutnya :)

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 04, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Novel HolicWhere stories live. Discover now