Pesta pernikahan anak buah Harry dari devisi Auror digelar ramai dan meriah. Banyak pasangan yang hadir ikut terharu ketika kedua mempelai mengikatkan janji pernikahan mereka sehidup semati. Salah satu yang ikut merasakannya adalah Harry dan Hermione.
Tangan Hermione mengampit lengan kanan Harry. Bersandar manja di pundaknya sambil tersenyum ketika mempelai di depan saling berciuman. "Kau kenapa, Mione?" bisik Harry.
"Hanya bernostalgia saja," kata Hermione pelan. Kepalanya sudah ditegakkan ikut bertepuk tangan dengan tamu yang lain.
"Apa yang kau ingat?" tantang Harry yang sebenarnya lebih tepat dikatakan menggoda.
Hermione menghela napasnya lega, seperti baru saja melepaskan sesuatu yang berat di dadanya. "Yang aku ingat, kau menciumku dan aku menciummu," katanya. Harry mengajaknya untuk mengambil salah satu meja. Letaknya tepat di sisi danau. Satu meja dengan dua bangku. Pas untuk mereka berdua menikmati suasana pesta. "Itu memang yang paling bisa diingat. Bahkan rasanya tak hilang-hilang,"
"Harry!" Hermione memukul tangan Harry pelan malu-malu.
Sang suami hanya tertawa melihat wajah istrinya bersemu merah menyala. Hampir sepuluh tahun mereka menikah, Hermione menjadi wanita yang sempurna bagi Harry dan ketiga anaknya.
"Bukankah acara ini seperti pesta kita berdua? Meja ini serasa privat sekali. Hanya kita berdua." Harry sejenak memelankan suaranya saat seorang pelayan membawakan makanan untuk Harry dan Hermione.
Mata Harry terbelalak melihat makanan apa yang ada di atas piringnya. "Apa ini?"
"Menurut tamu yang lain, ini adalah makanan kesukaan kedua mempelai. Tampaknya enak," kata Hermione. Dengan menggunakan garpu dan pisau, Hermione cekatan memotong daging dan menyuapkan ke mulutnya.
"Dagingnya enak. Dan ini juga, Harry, jangan bilang kalau kau tak mau memakannya," tunjuk Hermione pada potongan wortel yang bercampur dengan potongan kentang.
Harry menelan ludahnya. Menurut Harry, wortel adalah makanan yang paling aneh. Ia amat sangat tidak suka dengan sayur merah kesukaan kelinci itu. "No, aku bukan kelinci, Mione," tolak Harry.
"Kau Harry Potter, memang bukan kelinci. Dan ini makanan enak sekali, Harry. Cobalah!"
"Tidak, Mione. Itu wortel. Aku tak suka—"
"Aduhh pantas saja matamu parah sekali, Harry. Mana bisa sehat penglihatanmu kalau kau tak suka makan wortel? Kau sama seperti Lily. Lihat dia, sudah ikut-ikutan pakai kacamata. Kau tak mau lebih sehat dan melepas kacamatamu, Harry?"
Pundak Harry terangkat pelan. "Tidak, kacamata ini sudah jadi identitasku," elaknya.
"Makan wortelnya, Harry!" kata Hermione memaksa.
"Tidak!"
"Jangan membuang makanan. Tidak baik! Sini biar aku saja yang makan,"
Hermione mengambil alih sayuran yang ada di piring Harry. Menuangkannya kembali ke piringnya dan melahap sayuran itu dengan nikmatnya. Di depannya, Harry hanya bisa berdecap-decap salut melihat selera makan istrinya. "Kau terlalu banyak bergaul dengan Ron, sayang,"
"Salahkan pria rakus itu, Harry," jawab Hermione dengan mulut penuh makanan.
Acara berlanjut pada sesi dansa. Harry dan Hermione memilih untuk duduk menikmati dulu beberapa pasangan yang menari di tengah. Baru saat sesi dansa kedua, Harry meminta dengan romantis tangan Hermione untuk ia bimbing ke tengah lantai dansa.
Mereka berputar, mengayunkan tubuh ke kanan dan kiri. Saling memeluk dan mendekatkan tubuh masing-masing saling berbagi kehangatan. Harry memandang makhluk cantik di depannya begitu lekat. "What?" tanya Hermione. Musik berganti tempo menjadi sangat pelan dan sangat romantis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Would You Still Love Me the Same? (a Harmony fanfiction)
Fanfiction"Anak yang akan lahir itu akan menanggung kecerobohanmu!" Hermone membuat 'kesalahan besar' yang mengantarkannya bersatu dengan cinta sejatinya, Harry Potter. Mengantikan posisi Ginny di hati Harry dan ketiga anaknya. Dan kesalahan itu, Li...
