Seluruh perlengkapan proses untuk Hermione melahirkan sudah disiapkan. Beberapa meja di siapkan disana, Harry mengingat bagaimana pengalaman terakhirnya dengan wanita yang melahirkan. Ginny, pengalaman terakhirnya bersama Ginny. Saat Ginny melahirkan Lily. Dan itu sangat menakutkan.
"Harry—" Hermione memanggilnya dari ranjang bersalin. Wajahnya penuh peluh.
Harry meraih tangan Hermione erat dan mengecupnya, "kau darimana? Bagaimana dengan Lily?" tanya Hermione. Ia kembali mengerang kesakitan.
"Lily—"
"Apa yang sebenarnya terjadi pada Lily, Harry?" Hermione mengungkapkan kecurigaannya. "Lily di sini, Harry? Dia sakit lagi? Dia.. aggghh!!"
Perut Hermione seperti terkoyak akibat kontraksi yang semakin menyakitkan. Seluruh persendiannya mengejang membuat tubuhnya sakit. Tidak hanya pada perutnya saja. Semuanya linu dan itu sangat menyiksanya. Dari posisinya berbaring kini, Hermione tak bisa melihat apapun yang sedang dilakukan oleh dr. Sophia di tubuh bawahnya. Perutnya tampak semakin besar. Menjulang dan menutupi sudut pandangnya. Hanya pada Harry yang berdiri di sisinya, satu-satunya orang yang dapat ia ajak untuk berbagi.
Seorang asisten dr. Sophia mendekat dan membisikkan sesuatu pada Hermione. "Mrs. Potter, tenangkan pikiran anda dan tetap berkonsentrasi pada bayi anda. Dr. Sophia akan memulainya sebentar lagi," katanya.
"Benar, fokus dengan bayinya, Mione!"
"Tapi— aww, di mana Lily? Kau menyembunyikan sesuatu dariku. Semua orang diam saat aku tanya tentang Lily, aaagghh!! Katakan, Harry! Ada apa dengan Li—"
Hermione merasakan bagian intimnya semakin panas. Ia berteriak sekencang mungkin. Sesuatu yang besar sedang memaksa untuk keluar melalui bagian bawah tubuhnya. Dr. Sophia bekerja fokus di depan kungkungan kaki Hermione tanpa mempedulikan terikan kesakitan dari pasiennya itu. Harry mengelap keringat di sekitar dahi Hermione lantas mengecupnya. "Hermione—"
"Aaagghh!! It hurts!" teriak Hermione semakin kencang. Tangannya semakin kuat meremas tangan Harry.
"Mrs. Potter saya mohon tetaplah fokus. Atur pernapasan anda dan dorong sekuat tenaga saat kontraksinya kembali terasa. Mr. Potter, pertahankan Mrs. Potter agar terus fokus!" pinta dr. Sophia kembali melihat perkembangan jalan lahir Hermione.
Kepala Harry mengangguk paham lalu kembali memperhatikan Hermione yang mulai tampak mengejan. "Harry, aku mohon katakan bagaimana keadaan Lily sekarang? Perasaanku tak enak, aagghh!!" Hermione terus memaksa Harry menjelaskan keadaan Lily.
Tidak mungkin Harry harus mengatakan pada Hermione tentang kondisi Lily di saat seperti ini. Hermione tidak boleh tahu. Akan sangat berpengaruh dengan psikologinya dan tentu saja akan mempengaruhi proses kelahiran bayi-bayi mereka.
"Nothing, Hermione. Percaya padaku!"
Hermione menggeleng. Ia menahan napasnya saat kontraksi itu kembali terasa. "Percaya apa? Kau bohong, Harry!" katanya dengan berurai airmata. Energinya semakin terkuras, namun tak ada indikasi untuk mengejan.
"Tapi—"
Dr. Sophia mendongak dan melihat apa yang sedang dilakukan oleh Hermione. "Baik, Mrs. Potter, we have a problem. Jantung bayi anda semakin melemah, saya mohon bersiaplah untuk mengejan saat kontraksi selanjutnya datang. Atur pernapasan dan saya mohon anda rileks. Mr. Potter, mohon kerja samanya," tegurnya.
"Lily, Harry. Mengapa semua orang bungkam saat aku tanya tentang Lily," Hermione meremas pergelangan tangan Harry begitu kuat.
"Aku takut, Harry!" Badan Hermione lemas, begitupula Harry. Pikirannya terpecah antara memikirkan Lily dan juga Hermione dalam satu waktu. Harry melihat istrinya semakin pucat, "Hermione!" panggil Harry menegakkan kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Would You Still Love Me the Same? (a Harmony fanfiction)
Fanfiction"Anak yang akan lahir itu akan menanggung kecerobohanmu!" Hermone membuat 'kesalahan besar' yang mengantarkannya bersatu dengan cinta sejatinya, Harry Potter. Mengantikan posisi Ginny di hati Harry dan ketiga anaknya. Dan kesalahan itu, Li...
