[special chapter] kilas balik

6.6K 1K 39
                                        

Lisa bersandar pada dinding ruang latihan bersama dengan beberapa trainee lainnya. Tepat di sebelahnya ada Jisoo yang sedang meneguk jus lemon tanpa jeda. Melihat jus lemon, tiba-tiba saja membawa Lisa pada kenangan masa lalu.

Pada bocah lelaki yang dulu begitu meramaikan hidupnya, mengisi hari-harinya dengan canda tawa, bahkan tak jarang bertengkar dengannya. Bocah lelaki yang kini bertransformasi menjadi pria idaman hampir seluruh gadis di dunia.

***

"Jus lemonku manaaa!" bocah lelaki berbaju kuning berteriak di tengah-tengah ruang latihan. Membuat beberapa orang menoleh padanya sambil memutar mata jenuh.

"Jus lemon punya Bambam manaaa?" lagi-lagi ia berteriak kencang.

"Bisa diam gak sih?" kesal, Lisa melempar gumpalan kertas ke arah Bambam yang sejak tadi berteriak-teriak hanya karena seegelas jus lemon.

Salah seorang pelatih menghampiri Bambam, menepuk pelan pundak sang bocah. "Bam, jus lemonnya habis. Kamu jus jeruk aja ya?"

"Gak mau!" Bambam melipat kedua tangannya di depan dada. "Maunya jus lemon!"

Anak-anak yang tergabung dalam grup We Zaa Cool itu sontak melotot pada Bambam. Memang apa bedanya jus lemon dan jeruk? Toh, sama-sama agak asam.

"Sama aja rasanya, Bambam!" salah satu dari mereka memekik kesal.

"Ya tapi warnanya gak sama! Aku kan suka warna kuning! Pokoknya aku gak mau perform kalau gak ada jus lemon!"

Hal sepele yang akan jadi masalah besar, hanya Bambam yang bisa melakukannya.

"Ini," Lisa menghela napas panjang. Disodorkannya gelas jus lemon yang belum ia minum sedikit pun. "Minum aja nih."

Bocah lelaki itu mendongak menatap Lisa yang lebih tinggi darinya, bibirnya masih mengerucut sebal namun matanya jelas berbinar senang.

Gelas itu segera berpindah tangan pada Bambam, melihat itu Lisa berdecak kesal. "Bahkan kamu gak ngucapin terima kasih!"

"Iya, makasih Lisa cantik," ujar Bambam yang kemudian meneguk habis seluruh.

Lisa mendengus mendengar ucapan dari mulut Bambam, baru ingin melangkah untuk bergabung bersama teman-teman lainnya, Bambam telah lebih dulu menahan tangan Lisa.

"Apa lagi?" gadis itu memutar matanya pada Bambam.

"Terima kasih, Lisa yang cantik. Suatu saat aku akan jadi tinggi dan menjadi pacarmu," ucap Bambam yang kemudian berlari meninggalkan Lisa yang sedang menganga.

"Hey! Anak kecil! Gak lucu tauuu!" teriak Lisa.

***

"Lisa!"

"Lis!"

"Lalisaaa!"

"HAH? IYA KAK?" Lisa terperanjat dari lamunannya. Gadis itu menatap bingung pada Jennie yang sejak tadi terus memanggilnya.

"Kamu ngelamunin apa sih?" Jennie berkacak pinggang heran.

"Gak kok kak, emang kenapa ya kak? Mau latihan lagi ya, ayo!" gadis itu segera berdiri di dekat Jisoo.

Jisoo yang berdiri di samping Lisa, langsung berbisik pada gadis itu. "Kamu ngelamunin Bambam ya? Hihihi."

Kedua pipi Lisa memerah saat itu juga, gadis itu langsung mencubit pinggang Jisoo. "Ssst, nanti didengar yang lain, Kak!"

***

Dari Lisa, Untuk BambamCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang