Langit mulai menggelap, menelan senja yang baru beberapa saat menghiasi Seoul. Bambam membagi pandangannya, antara toilet dan jalanan Seoul yang bisa ia lihat dari dinding kaca.
Ini telah lewat lima jam sejak Junior pergi. Sudah lewat lima jam ia menunggu dengan harap-harap cemas. Ingin menyerah dan pulang saja rasanya, namun dirinya tahu, gadis itu telah menunggu lebih lama.
"Tidak apa-apa, aku akan menunggu sebentar lagi," senyum berusaha ia kembangkan.
Ditatapnya ice vanilla latte dan strawberry waffle yang nyaris habis, karena dimakan olehnya. "Aku merindukanmu, sungguh."
Bambam menelungkupkan kepalanya ke atas meja, tak lama kemudian senandung yang samar-samar lagu Lucky terdengar dari mulut pemuda Thailand itu.
"Do you hear me? I 'm talking to you. Across the water across the deep blue ocean. Under the open sky, oh my, baby I'm trying."
Dan dua jam berikutnya … Bambam tahu, bahwa Lisa tak akan datang. Bahwa gadis itu mungkin tak lagi sudi bertemu dengan dirinya. Membuatnya tahu, bagaimana rasanya menunggu dalam ketidakpastian.
Malam itu, hujan mengguyur Seoul dengan derasnya. Malam di mana ia menyadari bahwa menunggu takkan pernah menjadi momen indah.
Seakan tak lagi peduli pada apapun, pemuda itu beranjak pergi. Persetan dengan guyuran hujan yang menerjang tubuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dari Lisa, Untuk Bambam
FanficKarena kamu adalah salah satu alasan mengapa aku bisa bertahan hingga sejauh ini. [Sebagian cerita telah diprivate].
