Lisa meraih ponsel yang ia letakkan di pojok ruang latihan, menggeser slide lock-nya dan mulai membuka notifikasi yang masuk ke ponselnya satu persatu.
Baru ingin membuka LINE, suara Jisoo lebih dulu menginterupsinya. Membuat gadis itu menaruh ponselnya ke lantai ruang latihan. "Iya, Kak?"
"Kamu udah di-add sama dia?" tanya Jisoo.
Alis gadis itu bertaut bingung. "Dia? Siapa?"
"Jadi, kemarin dia yang sering kamu ceritain di buku itu, minta id—"
Tanpa menunggu kelanjutan omongan Jisoo, Lisa cepat-cepat mengambil ponsel dan memeriksa LINE miliknya. Matanya menemukan satu kolom chat yang belum terbuka.
Bambam menambahkan anda sebagai teman melalui ID LINE.
Dengan mata membulat sempurna dan jantung yang berdegup tak karuan, Lisa menatap Jisoo seakan meminta penjelasan. Saat ini ia terkejut, bingung, sekaligus … bahagia?
"Udah, kalau mau senyum jangan ditahan gitu, Lisa," ucap Jisoo saat melihat sudut-sudut bibir gadis itu yang nyaris terangkat membuat lengkungan bahagia.
Maka saat itu juga, senyum Lisa mengembang sempurna. Membentuk lengkungan pelangi terbalik yang begitu menunjukkan bahwa ia benar-benar bahagia.
Harapan itu ada lagi, bahkan kini semakin besar adanya. Seseorang yang menjadi alasannya berada di sini, sekarang barulah benar-benar terasa nyata.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Dari Lisa, Untuk Bambam
FanfictionKarena kamu adalah salah satu alasan mengapa aku bisa bertahan hingga sejauh ini. [Sebagian cerita telah diprivate].
