[special chapter] akhirnya

6.6K 1K 117
                                        

Sejak dua puluh menit yang lalu, Lisa hanya bisa mengaduk-ngaduk vanilla latte-nya dengan gusar. Tak jauh beda dengan Bambam yang sejak tadi terus-terusan memotong waffle di piringnya.

Dua pasang mata itu terus bertemu tatap dalam kegemingan yang mereka ciptakan sendiri. Bagai berada dalam dunia tanpa sumber bunyi. Sampai akhirnya Bambam berdehem pelan.

"Apa kabar?"

Topik awal yang bagi Lisa sama sekali tak terduga. Ia pikir akan ada pelukan hangat penawar rindu saat mereka kembali bertemu setelah sekian lama terpisah.

Ah segalanya memang berubah. Mereka bukan lagi dua bocah yang kerap kali berlarian sambil mengumbar tawa tanpa sebab.

"Baik. Kamu gimana? Jauh lebih baik kan?" jawab sekaligus tanya gadis itu.

Senyum canggung tampak terukir. "Gak sebaik yang kamu kira, Lisa."

Lisa tak tahu harus menjawab apa, hingga ia lebih memilih menyesap ice vanilla latte-nya. "Apa semua ini gak terlalu canggung, Bam?"

Tatapan gadis itu sendu, ia telah lama berharap. Berharap, berhenti, berharap, berhenti, dan terus terus terilang dalam lingkaran yang sama.

"Pranpriya Manoban," ucap Bambam.

Lisa agaknya tersentak, kala mendengar nama lengkapnya disebutkan. Sudah lama tak ada yang menyebut namanya seperti itu. Dan kini, pemuda yang kerap kali memporak-porandakan hatinya lah yang menyebutkannya.

Manik mata kelam pemuda Thailand itu menatap Lisa tanpa berkedip, tangannya meletakkan garpu ke piring waffle. Dua tangan itu lalu mulai bergerak, menuju ke tengah meja.

Sampai akhirnya, dua tangan besar itu meraih kedua tangan Lisa. Menggenggamnya erat, seakan jelas memberitahu bahwa ia tak ingin kehilangan gadis di depannya lagi.

"Bagian terbaik dari Thailand ada di depanku. Aku mau pulang, Lisa. Kamu rumahku, satu-satunya tempat aku pulang sekalipun tanpa alasan."

***

Rencana gue mau update dari siang. Tapi gue capek banget buset. Seharian nunggu di bank buat ngambil duit beasiswa. Meski capek ya alhamdulillah cuy, dapet duit wkwk.

Dari Lisa, Untuk BambamCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang