[special chapter] reaction

6.7K 976 24
                                        

Bambam yang tidak bisa berhenti tersenyum sejak pulang entah dari mana, sukses membuat keenam member lainnya merinding dalam sekejap. Jackson bahkan sampai mengusap-usap lengannya sendiri.

"Kak Jinyoung, aku numpang tidur di kamar kakak ya? Takut banget sama Bambam yang kayak gitu," ujar Yugyeom sambil bergidik ngeri.

"Kamu kenapa sih, Bam?" tanya Jaebum.

"Bang Jacksoooooon!" Bambam memekik bahagia lalu menghambur ke pelukan Jackson.

"HAAAH! IH KENAPA SIH!" Jackson mendorong Bambam menjauh darinya, kemudian ikut-ikutan bergidik ngeri sama seperti Yugyeom.

"Hehehehehe," pemuda Thailand itu malah terkekeh-kekeh sendiri.

Sontak membuat keenam member bertambah merinding dengan keadaan Bambam. "Kalian urusin aja dia, ngeri woy," Mark berlari lebih dulu ke kamar, meninggalkan lima orang lainnya.

"Kenapa sih Bam?" giliran Junior yang bertanya.

Bambam terus saja terkekeh, sampai ia menjatuhkan dirinya ke sofa di ruang tengah dorm mereka. Kembali tersenyum sambil memeluk bantal sofa. "Habis ketemu Lisa nih."

***

"Duuuh ada yang senyum-senyum sendiri nih, kayaknya ada sesuatu deh," celetuk Jisoo saat melihat Lisa yang terus-terusan tersenyum di ruang latihan.

Gadis itu semakin mengembangkan senyumnya pada Jisoo. Lantas memekik ceria. "Kak Jisoo! Aku ketemu sama dia, Kak!" 

Mata Jisoo terbelalak, ia kemudian mendekat dan berbisik. "Bambam?"

Lisa mengangguk antusias. "Rasanya tuh gini ya, kalau rindu terbayarkan. Bahagia, lega, ah ya ampuuun."

Jisoo tersenyum, ikut senang jika adik dalam grupnya itu juga senang. Karena selama ini, Jisoo tak pernah melihat Lisa tersenyum sebahagia itu.

Dan ternyata, seseorang yang bisa membuatnya tersenyum hanyalah Bambam. Si pengacau dari agensi sebelah.

***

Dari Lisa, Untuk BambamCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang