Lisa menggeliat malas saat ponsel yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya terus saja bergetar. Tangan gadis itu menggapai ponsel berwarna silver itu.
Dengan nyawa yang baru terkumpul setengah akibat baru terbangun dari tidur, Lisa memaksakan mata beratnya untuk membaca chat yang baru masuk itu.
Matanya mengerjap sekali saat melihat nama yang tertera pada chat room itu. "Ini pasti lagi mimpi deh."
Gadis itu menaruh ponsel di atas ranjang, tangan kanannya lalu mencubit tangan kirinya sendiri. "AWWW!"
"Kalau mimpi kok sakit sih?!" pekik Lisa.
Lisa lalu meraih ponselnya, kembali membaca nama dan isi pesan dalam chat room itu. Mata kali ini mengerjap berkali-kali, memastikan bahwa ia tak salah membaca.
Bambam.
Napas Lisa bagai tercekat untuk beberapa saat. Ia kembali membaca, kali ini dengan begitu pelan. Bahkan ia sampai merasa seperti anak sekolah dasar yang baru belum lancar membaca.
Bambam:
Halooo
Bambam:
Haiii
Bambam:
Hai hai Lisa
Bambam:
Masih ingat aku gak?
Lisa tak tahu harus bagaimana. Selalu begini. Disaat ia telah tak berharap, harapan itu malah datang dengan sendirinya.
Bingung dan tak tahu harus bagaimana. Lisa memilih untuk beranjak dari ranjangnya. Dan ... meninggalkan ponsel di atas ranjang begitu saja.
***
Hae aku muncul lagi setelah ngilang seminggu. Wkwk. Abis ini ngilang lagi ah
KAMU SEDANG MEMBACA
Dari Lisa, Untuk Bambam
FanfictionKarena kamu adalah salah satu alasan mengapa aku bisa bertahan hingga sejauh ini. [Sebagian cerita telah diprivate].
