"Hum... Ah ...." Suara desahan terdengar dari mulut kecil wanita berambut coklat yang terbaring di atas sofa panjang. Sentuhan hangat di lehernya dan remasan pada buah dadanya yang besar membuat wanita itu bergelinjat di tempatnya.
"Akkh..." Dia memekik setiap kali lelaki di atasnya menggigit putingnya yang mengeras. Wanita itu sudah tidak dapat menahannya. Dia meraih tengkuk belakang lelaki di atasnya dan mendekatkan wajahnya untuk dapat merasakan bibir seksi lelaki itu yang mampu membuat tubuhnya melemah di setiap sentuhannya.
Tangan besar lelaki itu mencengkram mulut wanita itu dan mendoroong keras wajah wanita itu ke atas sofa sehingga membuatnya terbelalak. "Sudah kubilang jangan pernah mendekatkan wajahmu padaku, bitch!" maki lelaki itu yang kini berdiri dari tempatnya.
Lelaki itu berjalan menuju mejanya dan menekan tombol intercomnya. Suara berat terdengar menyapa di seberang sana. "Panggilkan taksi dan bawa wanita ini keluar dari gedungku," perintahnya dengan nada tegas.
"Apa-apaan ini? kamu tidak bisa menghentikannya tiba-tiba ketika kit-," protes wanita itu dengan tataan rambut yang berantakan dan blus hitamnya yang terbuka menampakan gundukan dadanya.
"Apa? Aku bisa melakukan apapun semauku saat aku tidak menginginkannya." Lelaki itu menatap tajam ke arah wanita itu sambil membersihkan tangannya dengan cairan pembersih yang di ambil dari laci mejanya, "apa perlu aku ingatkan, kamu kemari atas keinginanmu sendiri. Aku hanya mengikuti permainan bodohmu karena aku sedang bosan. Dan ternyata permainanmu sangat membosankan bahkan tubuhmu tidak bisa membuatku bergairah sedikit pun."
"Brengsek!" maki wanita itu dengan melemparkan bantal sofa yang tadi dia gunakan untuk menyangga kepalanya sat berbaring. Tanpa perlu menyingkir karena lemparannya yang lemah, lelaki itu berdiri tegak di tempatnya menatap jijik ke arah wanita di hadapannya.
"Kamu pergi dalam waktu sepuluh menit atau aku akan memutuskan semua kontrak kerjamu dengan perusahaanku?" ancam lelaki itu sambil melihat jam tangannya yang melingkar di tangan kirinya. "Apa perlu aku membuka skandalmu yang perusahaanku berusaha tutupi dengan sikap murahanmu, bersedia tidur dengan siapapun untuk menunjang karirmu bahkan seperti saat ini, kamu mencoba merayuku dengan menawarkan tubuh kotormu padaku?" lanjut peria itu dengan mendengus dan seringaian di sudut bibirnya.
Wanita itu bangkit dari tempatnya, merapikan pakaiannya dan berjalan maju menghadap lelaki di depannya. Tangannya mulai naik dan mencoba menampar wajah tampan lelaki di depannya namun gerakannya berhasil di hentikkan. Lelaki itu menempis tangan wanita di depannya dengan kasar. Dengan sorot mata menyala wanita itu menatap bengis ke arah lelaki di depannya sambil mengigit pipi dalamnya seakan menahan emosi yang meluap-luap.
"Hah ..." tawa kecil terdengar dari mulut wanita itu, "bajingan impotent. Apa kamu tahu bukan karena tubuhku yang tidak bisa membuatmu bergairah. Karena memang dari awal kamu lelaki impotent dan seorang gay gila karena pasanganmu sudah memiliki keluarga!"
"dan kau seorang pelacur yang memiliki title sebagai model murahan," balas lelaki itu dengan tatapan menusuknya yang berhasil membuat wanita di hadapannya memalingkan muka.
Tok... tok... ketukan di depan pintu berhasil membuat lelaki itu memalingkan wajahnya dari wanita memuakan di depannya dan menyuruh orang yang mengetuk pintu ruangannya untuk masuk. Lelaki lain dengan tatapan gagahnya, yang tak lain Rekka masuk kedalam ruangan.
"Taksinya sudah datang," ujar Rekka setelah dia melihat atasannya yang tak lain Leonardo duduk di atas mejanya sambil memasukkan kedua tangannya pada kantong celananya dan wanita dengan wajah mengerikan menatap kesal ke arah Leonardo.
"Antarkan wanita ini keluar. Jika dia tidak mau keluar, kamu bisa seret dia," ucap Leonardo dengan tenang.
"Huh ... aku bisa keluar dari tempat ini dengan kedua kakiku sendiri," jawab wanita itu sengit. Dia memutar tubuhnya sambil menyibakkan rambutnya ke belakang dan berjalan dengan cepat meninggalkan Leonardo dan Rekka.
KAMU SEDANG MEMBACA
His Eyes on Her ✔
ChickLitQuality: Raw Rate:21+ Status: 16 to 16 (Completed) Started: 21 Juli 2016 End: 25 September 2016 Rank: #10 ChickLit 26/09/2016 • Squeal of her sweet breath Menjadi ibu tunggal bukanlah perkara mudah. Ia harus bekerja dan mengurus anak perempuannya...
