Sembilan

11.9K 828 27
                                        

Kubuka pintu putih kamar kita berdua. Kegelapan menyelimutiku seketika. Aku berjalan perlahan menghampiri cahaya kecil lilin yang berdiri tegak pada anak tangga, lebih tepatnya di setiap anak tanggan ke bawah. Aku berjalan turun mengikuti cahaya lilin dibawahku kali ini. Dentingan piano berbunyi secara halus dengan nadanya. Kudongakan kepalaku mencoba mengintip seseorang yang duduk di balik grand piano di tengah ruangan. Dia. Orang yang aku cintai. Kak Surya, Leonardo Kandou menutup mata sejenak, lalu terbuka untuk menatap lekat diriku yang berjalan turun perlahan. Mulut seksinya tersenyum kepadaku dan terbuka...

You're just too good to be true
Can't take my eyes off you
You'd be like heaven to touch
I wanna hold you so much
At long last love has arrived
And I thank God I'm alive
You're just too good to be true
Can't take my eyes off you

Aku berhenti tepat pada sebuah lingkaran bunga di ujung jalur lilin yang menuntunku. Dia bernyanyi. Bernyanyi untukku, dengan pandangannya yang tak pernah lepas dariku, serta senyuman hangatnya.

Pardon the way that I stare
There's nothing else to compare
The sight of you leaves me weak
There are no words left to speak
But if you feel like I feel
Please let me know that is real
You're just too good to be true
I can't take my eyes off you

"Happy our first month anniversary, Chika," ucapnya saat tangannya masih lincah bergerak di atas tuts putih memainkan musiknya.


I love you baby
And if it's quite all right
I need you baby
To warm the lonely nights
I love you baby
Trust in me when I say...
Oh pretty baby
Don't let me down I pray
Oh pretty baby
Now that I've found you stay
And let me love you, baby
Let me love you

Cairan hangat mengalir begitu saja membasahi kedua pipiku. Aku tidak bisa menahannya. Tangis bahagiaku padanya. Aku menutup mulutku dengan kedua telapak tanganku untuk menyembunyikan suara isakanku. Aku tidak ingin mengganggu penampilan sempurnanya untukku. Dia lelaki sempurna yang pernah aku temui. Lelaki pertama yang berhasil membuatku merasakan rasa cinta. Lelaki pertama dan terakhir untukku. Suamiku. Cintaku. Hidupku.

Aku berjalan mendekat dan berdiri tepat di belakangnya sambil memeluk erat tubuhnya. Jari panjangnya yang cantik berhenti menari di atas tuts dan menyentuh tanganku yang melingkar pada lehernya.

"Apa penampilanku begitu buruk sampai membuatmu menangis?" tanyanya sambil menoleh kepadaku yang saat ini menyangga dagu pada pundaknya. Aku menggelengkan kepalaku dengan memberikan senyuman terbaikku padanya.

"Sempurna. Penampilan kaka Surya dan kak Surya disini adalah kesempurnaan dalam hidupku." Dia mencium tanganku dan melepaskan pelukanku padanya. Dia menariknya sehingga aku duduk tepat di pangkuannya.

"Itu kata-kataku, sayang. Dirimu, penampilanmu, keberadaanmu adalah kesempurnaan untukku." Dia menyibakan rambut poniku sehinga menampakan dahiku yang langsung dia kecup lembut dan menyisakan rasa hangat di atasnya, "kehadiranmu adalah anugrah dalam hidupku yang mampu membuatku menjadi lemah tanpa keberadaanmu." Dia menghapus air mata di pipi kananku dan mengecup mata kananku, "kehilanganmu sama dengan kematian bagiku, Chika." Dia mengecup mata kiriku, "jangan pergi dariku, apapun yang terjadi, Chika. Berjanjilah kamu akan selalu ada disisiku, menemaniku dan menghabiskan hidupmu bersamaku dan hanya untukku."

"Aku berjanji." Aku mencangkup wajah tampannya dengan kedua tanganku, "apapun kata orang dan apapun yang terjadi aku akan selalu berada disisimu, menghabiskan sisa hidupku bersamamu dan hanya untukmu."

Aku memberikan senyuman terbaikku, begitu juga dengannya yang kini melayangkan senyuman yang berhasil membuat bunga-bunga dihatiku bermekaran.

His Eyes on Her  ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang