Happy reading Minna,jangan lupa vote yaa
****
Di hari libur biasanya Naruto sebisa mungkin menyingkirkan pekerjaannya dan berduaan dengan istri tercinta. Seperti saat ini, Naruto dan Sakura terlihat asik menonton TV dan memakan camilan.
Namun ada yang aneh dari Sakura sejak tadi malam. Perutnya terasa mual, dan tadi malam Sakura muntah tetapi tidak mengeluarkan apapun, Naruto pun menjadi khawatir pada Sakura. Seperti sekarang.
Sakura berlari sembari memegangi perutnya yang terasa mual, ia pun tidak tahu apa yang terjadi pada kondisi tubuhnya. Dia pikir itu hanya demam biasa atau diare, tapi tadi pagi saat ia akan makan dirinya tidak berselera sama sekali, makanan yang seharusnya enak baginya malah seperti makanan basi.
"Sakura..." panggil Naruto khawatir.
Naruto menghampiri Sakura ke toilet, dirinya melihat Sakura yang berusaha memuntahkan sesuatu tapi tidak ada yang ia keluarkan. Naruto mengelus punggung istrinya dengan raut wajah yang khawatir.
"Kita ke dokter saja Sakura," ucap Naruto.
Sakura tampaknya sudah selesai, ia pun memandang Naruto dengan lesu.
"Tidak apa sayang. Ini hanya mual biasa, tida-"
Lagi. Sakura kembali memuntahkan, sambil memegangi perutnya yang terasa mual.
"Tidak ada bantahan Sakura. Kita harus kerumah sakit!" ucap Naruto Final.
"Ta-tapi" ucap Sakura saat Naruto terlanjut mengambil jaket dan kunci mobilnya.
Naruto juga tak lupa memberi Sakura jaket, karena tak ingin kondisi istrinya semakin memburuk. Naruto benar-benar cemas sekarang, bibir pink milik istrinya berubah menjadi pucat.
Ia memakaikan jaket dan syal, karena udara cukup dingin di luar. Dan menggenggam tangan Sakura kemudian membawa istrinya itu untuk kerumah sakit.
****
"Kau baik-baik saja?" tanya Naruto khawatir.
"Kau terlalu khawatir. Sudah kubilang aku baik-baik saja sayang." ucap Sakura menenangkan.
Naruto menghela nafas, "bagaimana aku bisa tenang melihat kondisi mu seperti ini Sakura?" tanya Naruto tajam.
Sakura memandang suaminya dan mengecup singkat bibir Naruto. Kekhawatiran Naruto membuat Sakura senang dan sedikit menyebalkan disaat yang bersamaan, tidak mau adu mulut Sakura meyakinkan Naruto dengan kecupan manis.
"Aku percaya padamu." jawab Naruto.
Akhirnya pasien dengan atas nama Sakura Uzumaki dipanggil, mereka berdua masuk dan bisa melihat Dokter yang sudah Naruto kenal dan percayai itu.
"Nene Tsunade," ucap Naruto.
"Ah, ada apa dengan istrimu Naruto?" tanya Tsunade.
Sakura menjelaskan gejala yang terjadi padanya, sebelumnya Sakura meyakini dirinya hanya diare dan hanya perlu menemui Dokter biasa untuk di cek pada lambungnya. Namun lagi-lagi perintah dari suaminya tak terbantahkan, Sakura harus berada di Dokter Kandungan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Narusaku-Sasuhina(Completed)
Fanfiction-SELESAI- Akankah mereka bisa mengatasi permasalahan kehidupan dan percintaan mereka ? Dimana perasaan bisa berubah seiring berjalannya waktu dan dimana perasaan itu tidak bisa berubah karena kamu begitu mencintai nya. Apa yang akan mereka pilih?
