Pernikahan SasuHina

9.9K 368 10
                                        

5 bulan sudah Sakura dan Naruto melangsungkan pernikahan, sekarang saatnya pemuda berambut raven bermata onyx dengan wanita berambut indigo dengan mata bulannya yang akan menyusul NaruSaku, siapa lagi kalau bukan Hinata dan Sasuke.

"Tenten-chan" panggil Ino

"Ino?" tanya tenten

"Ya, sudah berapa bulan kandunganmu" tanya Ino

"Berjalan 6 bulan" jawab tenten

"Dimana Sakura ? Kenapa dia belum datang ke acara Hinata dan Sasuke?" tanya tenten

"Aku juga tidak tau" jawab Ino.

****

"Teme, kau sudah siapkan ? Kau juga harus ritual malam, itu sangat menyenangkan" ucap Naruto yang semangat.

"Hm" jawab Sasuke seadanya.

"Dasar otak kotor kau baka dobe" batin Sasuke.

Naruto memandang sahabatnya yang berwajah biasa-biasa saja, sembari berjalan kearah Sasuke Naruto tiba-tiba saja menjitak kepala Sasuke.

"Ahk! Oi! Kau mau ma—?!" ucap Sasuke terpotong.

"Apa kau tak senang ? Atau gugup dan yang lainnya?! Kau sangat biasa saja!" marah Naruto.

Sasuke meredakan emosinya, siapa yang bilang dia tidak gugup, dan tidak bahagia. Tentu saja Sasuke merasakan itu semua menjadi satu, tapi kalian itu tahu kan Sasuke seperti apa. Dibanding mengekspresikan nya ia lebih baik diam, dan lagi Naruto harus nya tahu kenapa masih bertanya.

"Hanya itu?" tanya Sasuke tenang.

Naruto kembali menghela nafas kasar. "Setidaknya kau bilang padaku, aku bisa menghiburmu" ucap Naruto.

"Tidak perlu Naruto. Jangan berbuat aneh-aneh!" ucap Sasuke dengan tatapan tajam pada Naruto.

Naruto tak kalah sengit menatap Sasuke namun dengan tatapan jail dan senyum lebarnya. Mengerjai Sasuke ada bagusnya nih.

"Oh, kau mau aku melakukan hal aneh? Seperti—"

Pletak.

"Ittai!" ringis Naruto memegangi keningnya yang di tampol begitu saja.

"Kubilang diam!" ucap Sasuke.

Naruto bertelak pinggang dan berjalan keluar menuju pintu, namun sebelum itu ia kembali berbalik dan memandang sahabat nya yang akan memiliki tanggung jawab sebagai suami.

"Sasuke. Tolong lindungi dia dan buatlah dia bahagia seperti yang kau janjikan, aku yakin kau pasti bisa. Dan lagi jadilah suami yang terbaik—"

"Kau tahu dia sangat mencintaimu. Juga, bahagialah Sasuke. Semoga persahabatan kita tak pernah putus walau harus sibuk masing-masing," ucap Naruto.

"Kenapa? Kenapa kau tak menyebut namanya?" tanya Sasuke datar.

"Jangan merasa bersalah padanya Naruto! Dia tidak pernah menganggapmu musuh sekalipun kau menolaknya,"

"Dia adalah milikku, dan selamanya seperti itu. Dan lagi dia sudah bersikap biasa terhadapmu, jadi biasalah pada Hinata." ucap Sasuke lagi.

"Jangan membuat ini menjadi beban terhadap Hinata dan tentunya aku, kau mengerti Naruto?!" tanya Sasuke.

Naruto memang merasa bersalah telah mengabaikan dan menolak Hinata, tapi masalah hati tak bisa dipaksakan kan? Dan lagi ia sangat mencintai Sakura, namun ia bersyukur Hinata bisa melupakan dan mencintai Sasuke sepenuh hati.

Narusaku-Sasuhina(Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang