Bagian 7 (REVISI)

42.3K 1.8K 41
                                        

Pict as Christopher Pratama Alexander

Akhirnya kamu kembali dek setelah sekian lama kamu menghilang.

*********

Author

Setelah kejadian di kantin tiba-tiba bel masuk berbunyi. Semua murid yang berada di kantin segera berhamburan menuju kelas mereka masing-masing. Dan tidak lupa kami juga segera menuju ke kelas kami.

Saat akan masuk ke kelas tiba tiba Kanaya melihat sepintas laki-laki pshycopath itu masuk ke kelasnya. Jangan bilang kalau dirinya sekelas sama dia. Oh my god apa kata dunia seorang Kanaya sekelas sama laki-laki pshycopath itu.

"Kamu mau sampai kapan berdiri di situ atau kamu mau jadi penjaga kelas" tanya seseorang yang ia yakini adalah guru yang mengajar di kelasnya.

"Eh iya maaf miss" ucap Kanaya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Yasudah sekarang kamu kembali ke tempat duduk kamu" ucap miss Fany menyuruh Kanaya untuk duduk.

"Baik miss" jawab Kanaya cepat sambil berjalan menuju bangkunya.

Baru saja Kanaya menempelkan pantatnya di bangku tiba-tiba ada seseorang yang membisikan sesuatu di telinganya.

"Hy sayang kita ketemu lagi bahkan sekarang kita sekelas" bisik Rafael sambil mengecup telinga Kanaya singkat.

Kanaya yang mendengarkan bisikkan laki-laki pshycopath langsung memutar badannya menghadap belakang. Ia memandang sinis kearah Rafael.

"Gue sudah kasih tahu sama lo jangan pernah panggil gue dengan sebutan sayang karna gue bukan sayang lo dan satu lagi jangan asal main cium telinga sama bibir gue" bisik Kanaya tidak kalah pelannya.

Entah dasar Rafael yang ngeyel atau bagaimana hanya dia dan maha kuasa lah yang mengetahuinya. Dia sama sekali tidak takut sama ancaman yang dilontarkan oleh seorang Kanaya. Yang ada dia malah semakin gencar untuk mendekati Kanaya.

"Tapi kalau aku mau panggil kamu sayang dan mau cium bibir sama telinga kamu bagaimana" bisik Rafael lagi sambil mengecup telinga Kanaya sekali lagi.

Kanaya yang sudah malas berdebat dengan Rafael hanya menghelas nafasnya kesal sambil memutar matanya malas.

"Terserah apa kata lo deh. Gue mah bodo amat. Capek berdebat sama lo" bisik Kanaya lagi yang mulai jengah dengan tingkah Rafael. Tingkah Rafael yang semakin hari semakin menjadi-jadi.

"Hey kalian berdua ngapain kalian bisik-bisik" tegur Miss Fany yang langsung menatap kearah Kanaya dan Rafael.

"Eh kita tidak bisik-bisik kok miss" ucap Kanaya gelagapan. Ia kaget saat mendengar suara Miss Fany.Q

"Jangan bohong kamu" ucap Miss Fany menatap curiga pada Kanaya dan Rafael.

"Iya maaf miss, saya sekali lagi minta maaf" ucap Kanaya dengan sesalnya sambil memandang Rafael dengan kesal. Orang yang di pandang hanya cengengesan tanpa dosa.

"Yasudah sekarang semua perhatikan lagi penjelasan saya di papan tulis" perintah miss Fany sambil membalikkan badannya.

"Iya miss" jawab semua murid serentak.

The Nerd GangsterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang