Bagian 8 (REVISI)

39.2K 1.7K 8
                                        

Kelanjutan Chris pov

Setelah aku mendapatkan informasi tentang siapa gadis nerd itu dan yang paling mengejutkanku adalah gadis nerd itu ternyata adalah Kanaya Lavenderia Alexander adik kecilku yang selama ini aku sia-sia kan.

Setelah aku mengetahui informasi itu, aku berniat ingin menemui adik kecilku setelah pulang sekolah. Alangkah bahagianya aku setelah 5 tahun aku tidak ketemu dengan adik kecilku.

Setelah sekian lama menunggu bel, akhirnya bel pulang pun dibunyikan. Aku bergegas merapikan alat-alat tulisku. Setelah selesai aku langsung melesat ke kelas adik kecilku.

Aku melihat adik kecilku masih di dalam kelas. Sepertinya adik kecilku tidak akan keluar sebelum keadaan semuanya menjadi sepi. Setelah keadaannya sudah sepi aku melihat Kanaya keluar kelas.
Baru beberapa langkah, aku sudah mencekal tangannya.

"Kanaya, kita perlu bicara" ucapku sambil mencekal tangannya.

"Apa yang ingin lo bicarain sama gue" tanya Kanaya datar.

Sungguh singkat jawabannya tapi ada yang berbeda dengan penampilan Kanaya. Ia berpenampilan nerd tapi dengan datar dan ucapan ucapan yang tajam keluar dari bibir mungilnya.

"Tapi tidak di sini" ucapku.

"Oke" balas Kanaya singkat sambil mengikuti langkahku.

Aku membawa Kanaya ketaman belakang sekolah. Setelah sampai di sana aku langsung menempatkan pantatku di bawah pohon alpukat.

Yap, papa sengaja membuat taman di sini dan menanam pohon alpukat karna kata papa Kanaya sangat menyukai alpukat atau bisa di bilang maniak alpukat. Kata papa ia berharap suatu saat nanti ia bisa bertemu dengan adik kecilku lagi. Aku yang mengetahui itu hanya bisa tersenyum sedih ternyata papa masih mengingat Kanaya walaupun papa telah mengasingkannya ke Paris.

"Lo mau bicara apa sama gue" tanya Kanaya to the point.

"Apa kamu tidak mau lihat pemandangan taman ini dulu dik" tanyaku sambil memandang lurus ke depan. Aku tidak sanggup kalau harus menatap wajah, Kanaya. Aku tahu di sana masih tersirat kepedihan di sana yang ia simpan rapat rapat.

"Gue tidak mau basa basi dengan alasan lihat pemandangan. Sekarang apa yang ingin lo bicarain sama gue kalau lo tidak mau bicara apa apa sama gue sebaiknya gue pergi" ucap Kanaya dingin.

Baru saja Kanaya ingin berdiri tiba tiba tangannya ku tarik sehingga membuatnya jatuh menubruk tubuhku. Tanpa ku sadari aku memeluknya

"Dek, kakak kangen sama kamu" bisikku di telinga Kanaya.

Tidak ada jawaban yang keluar dari bibir mungil adikku. Akhirnya aku bicara lagi.

"Dek, bagaimana keadaan kamu sekarang" tanyaku yang masih dalam posisi memeluknya.

"Seperti yang lo lihat" ucap Kanaya dingin.

"Dek, sekarang kamu tinggal dimana dan dengan siapa kamu tinggal" tanyaku lagi.

"Bukan urusan lo" ketus Kanaya membuat hatiku sakit mendengarnya.

"Kamu sekarang sudah banyak berubah dek" ucapku.

"Terus masalah buat lo kalau gue sudah berubah" ketus Kanaya lagi.

The Nerd GangsterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang