Part 7 ( I Still With You )

1.2K 86 13
                                        

Lembab, bau, kusam dan yaa apalah itu rasanya. Donghae, Siwon dan Hyukjae menatap tempat ia sekarang dengan sedikit berdecih. Hawa panas mulai mengelilingi tempat dimana mereka berada. Hyukjae melihat Siwon yang disebelah kanannya dengan wajah tidak yakinnya lalu ia menoleh dimana Donghae yang tengah pasrah.

"Kajja kita lakukan." Seru Donghae yang lebih dulu maju kemudian diikuti Hyukjae dan Siwon.

"Sikat yang benar Hyuk yang itu masih kotor."

"Iya ini lagi disikat terus hae.!"

"Yaakk Hae aku tidak kuat bauunyaaa.."
Keluh Siwon yang menutup hidungnya hampir muntah.

"Aish dasar anak orang kaya." Celetuk Donghae.

Disinilah mereka, disebuah toilet tempat mereka dihukum. Setelah bersenang-senang selama tiga hari mereka harus menikmati hukuman mereka karna telah membolos masal.

"Hah capek.! Nodanya tidak mau hilang." Ujar Hyukjae yang terus mengumpat.

"Haahhh tidak mau seperti iniii..." keluh Sungmin kali ini.

Donghae tertawa kecil saat Hyukjae dan Siwon terlihat kesal dan sering mengumpat. Ya setidaknya hukuman ini menjadi pelajaran bagi Siwon agar mengerti bagaimana caranya membersihkan kamar mandi yang benar atau tidak benar? Entahlah.
.
.
.
Young Go mempercepat langkahnya menuju ruang Sung Ji. Ia dimintai tolong oleh Sora sam untuk meletakan berkas-berkas yang harus Sung Ji tanda tangani. Setelah beberapa lama mengetuk tapi tak kunjung ada yang membukakan pintunya Young Go memberanikan dirinya untuk membukanya sendiri. Ia sudah sangat telat untuk sampai rumah, jangan hanya karna masalah ini Sungmin habis-habisan mendiaminya.

"permsi kepala sekolah?"

tidak ada orang. Hah pantas saja tidak ada yang membukakannya pintu. Apa Sung Ji sudah pulang? tapi ia melihat komputernya masih menyalah.

"masa bodolah aku letakan saja disini."

Young Go meletakan beberapa berkas yang ia pegang di meja Sung Ji. Tiba-tiba matanya tertarik pada monitor yang tengah menyalah. Karna rasa ingin taunya yang tinggi Young Go mengamati sebentar apa yang Sung Ji lakukan hingga lupa mematikan komputernya. Dirinya setengah terkejut melihat isi dari monitor itu. Rasa aneh serta penasaran membuat jantungnya berdetak lebih cepat.

"ini kan? Untuk apa?"
.
.
.
Seperti biasa pagi-pagi sekali Donghae bangun untuk menyiapkan sarapan. Matanya masih enggan terbuka tapi ia harus segera bangun membuatkan sarapan. Kadang Donghae berharap ummanya bisa pulang dalam waktu dekat ini. ia merindukannya. Donghae bangun dari tidurnya dan turun ke bawah menunju dapur.

"hyung? Apa yang kau lakukan?"

Donghae terkejut melihat Jungsoo sudah berada didapur pagi-pagi begini.

"kau sudah bangun? Apa kau sakit?" tanyanya masih sedikit kaku. Donghae sedikit bingung kenapa Jungsoo bisa mengiranya sakit? Padahal ia tidak apa-apa.

"aniya aku tidak apa-apa. Memangnya aku kenapa?."

"Semalam kau sedikit demam. Apa kau kelelahan gara-gara acara kemahmu?"

Donghae sedikit terkejut apa ia semalam ia demam? Tapi memang terakhir yang ia ingat tubuhnya seperti lemas dan sedikit pusing. Mungkin efek jalan-jalan yang ia bilang kemah pada Jungsoo ditambah lagi hukumannya bermain dikamar mandi. Hah kadang Donghae merasakan dirinya sangat lemah.

"Aku sudah tidak apa ko hyung. Terima kasih sudah merawatku."

Donghae menghampiri Jungsoo yang tengah kebingungan dengan masakannya.

"kau masak nasi goreng?"

Jungsoo masih bungkam dengan pertanyaan Donghae. sebenarnya ia malu. Malu karna tidak bisa memasak untuk Donghae. Donghae mengambil sendok dan mencoba masakan Jungsoo yang terlihat pucat.

Beloved BrotherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang