Hai, semua maaf baru bisa update, coz Tugas sekolah masih banyak banget tapi aku bela-belain nih bikin Chapter ini meskipun sedikit.
Happy Reading : )
🌹🌹🌹A
uthor pov*
Pemuda tersebut lantas membawa kantung tas berisi sepatu yang diinginkan ara tadi.
Dia diam-diam mengikuti kemanapun ara pergi bahkan tanpa disadari ara pemuda itu sudah membayar orang untuk menyadap teleponnya .
Pemuda tersebut lantas menyentuh layar smartphonenya dan menelepon seseorang di seberang sana."Halo".
"Halo, ada apa bos?".
" Tolong kau kirimkan paket ke alamat yang sudah kukatakan ".
"Baik bos, 1 jam paket akan segera terkirim ".
Kemudian pemuda tersebut kembali menyunggingkan senyum musteriusnya dan kembali mengikuti ara.
**
Ara dan dyzka masih asik mengobrol di salah satu cafe di mall kota ankara, jangan tanya mereka begitu senang karena dapat memborong diskonan baju.
"Duh asli ra hari ini gue seneng banget bisa borong belanjaan ".
Kata dyzka.
"Yeeh, lo mah kalo soal borong aja pasti no wahid ". Sahut Ara.
"hahaha, yah kayak lo gak tau gue aja ra ". Jawab dyzka.
"Hmm..serah lo dah ". Kemudian tiba-tiba pandangnya mata ara bertemu pada seorang pemuda yang juga sedang duduk di cafe itu. Entah kenapa pandangan pemuda tersebut seakan mencekam lalu Buru-Buru dia menunduk dan menarik tangan dyzka untuk pergi dari tempat itu.
"Heh, kau mencoba lari dariku cantik? Tunggu apa yang bisa aku lakukan untuk mendapatkanmu".
Batin pemuda itu.***
Ara Pov*
Setelah dirasa cukup aman ara melepaskan tangan dyzka.
Sambil mengambil nafas karena terengah-engah akibat dia yang berjalan cepat."Lo kenapa sih ra tiba-tiba aja narik tangan gue? ".
"Sorry deh, gue takut soalnya ".
"Hah? Takut apaan coba?".
"Tadi tuh ada pemuda yang aneh gitu dyz, dia ngeliatin gue mulu semenjak kita duduk di cafe trus gue mergoki 2-3 kali dia natap gue sumpah tatapannya kayak macan, dyz" . jelas ara .
"Lo seriusan?"
"Ya, iyalah! "
"Harusnya tadi Lo ngomong sama gue ".
"Lo bisa beladiri ya?"
"Eh...ya Enggak..juga sih" . Jawab dyzka cengengesan.
"So?"
"Ya kita panggil security dong ra ,ribet amat hidup lo?"
"Dasar gak kreatif lo ".
Mereka pun memutuskan untuk pulang dan karena arah flat mereka berbeda,mereka berpisah di halte.
Jam 18.30 waktu setempat.
Aku masih Setia duduk dibangku halte ini sendiri dan sepi sekali.
Padhal jam segini biasanya banyak pegawai kantor yang pulang dari kerja. Kemana mereka semua? . Aku mengambil smartphone ku lalu aku membuka aplikasi social media tapi lama-kelamaan aku bosan sekali dan saat aku memasukkan smartphoneku ke dalam tas bersamaan sinar mobil membuat mataku sedikit sakit. Mobil itu berhenti tepat didepanku. Tak lama seorang pemuda keluar dari balik kemudi. Dan pemuda itu Adalah Pemuda yang aku takuti di Mall tadi.Jujur aku sangat ketakutan saat ini, tapi aku mencoba untuk rileks saja. Pemuda itu berjalan dengan gagahnya kearahku.
"You're Waiting for the bus miss, aren't you?". Tanya pemuda itu.
"Emm, Yes I am ". Jawabku gugup.
"Don't afraid of me, You look so nervous " . Candanya
" oh, oke "
"I'll take you home, can I?"
"No, You don't have to take me home "
"Sudahlah kau ikut aku saja, aku baru dapat info bahwa bus kota ini sedang tidak beroperasi pada jam 5 sore tadi mungkin sampai nanti malam". Jelasnya.
"Eh? Benarkah itu?".
"Untuk apa aku membohongimu nona".
"Bagaimana ini disatu sisi aku tak boleh menerima tawaran pemuda yang baru aku kenal tapi disisi lain aku harus segera pulang masih banyak tugas yang harus aku kerjakan dan tak mungkin aku pulang jalan kaki. "
Batinku."Apa tidak merepotkan anda? "
"Hahha, tak usah terlalu formal begitu nona..."
"Ara"
"Oh,baiklah nona Ara, panggil saja aku Frans namaku Franscisco "
"hmmm".
"Jadi mau ikut tumpanganku?"
"Kurasa....
__________________________________
Yeyeye gantung..gantung gantung..
Suka deh bisa bikin cerita gantung..#hahaha
Gimana? Ganteng gak stalkernya ara?Jangan lupa vote+ comment biar cepet aku update...
Hug From
ANITA

KAMU SEDANG MEMBACA
Deniz (&) Armenia seviyorum
RomanceArmenia (19) seorang gadis biasa yang mendapatkan kesempatan pertukaran mahasiswi ke Turki dan ia bertemu Deniz (20) yang juga berkuliah di Middle East Technical University, Turki. Lalu bagaimana kisah mereka? Happy reading ♡