part 29

2.8K 127 0
                                        

Mondy pun sampai di depan rumahnya
"pak sebentar ya pak "pinta mondy pada supir taxi tsb.

Pertama yg mondy lihat adalah pintu rumahnya terbuka lebar, mondy masuk perlahan dan kedua dia melihat hp raya yg tergeletak di lantai begitu saja, Mondy pun langsung panik, pikirannya mulai berpikir yg tidak"

"ray??  Sayang?!  Kamu dimana?! " teriak mondy mencari seisi rumah, membuka kamar namun nihil sampai ia mendengar suara gedoran yg tidak terlalu keras dr dalam kamar mandi,mondy pun langsung bergegas kesana

"ray??  Sayang??  Kamu didalam?? " panggil mondy dari luar sambil menggedor pintu

"errghh mon...  Shhh sakit!!  " ucap raya lirih sambil terisak

Mendengar suara raya seperti itu mondy khawatir luar biasa
"sayang,sayang  Kamu menjauh dari pintu,aku akan dobrak pintunya" perintah mondy dan bersiap" ingin mendobrak

Raya yg mendengar itu menjauh perlahan dr pintu tsb, dan dengan beberapa kali dobrakan pintu itu terbuka

"Astaga sayang?!  " mondy kaget dengan keadaan istrinya
"kita kerumah sakit sekarang, kamu akan baik" saja " ucap mondy lalu mengalungkan lengan raya di lehernya

"mon..  Aku tidak bisa,aku tidak kuat mon "

"tidak ray, kamu wanita kuat, aku percaya itu " jawab mondy tegas, kemudian menggendong raya keluar rumah, dan masuk ke dalam taxi

"pak, kerumah sakit sekarang?! " perintah mobdy pd supir tsb.

Di perjalanan raya terus merintih,kontraksi yg ia rasakan semakin menjadi",peluhnya juga sudah membanjiri tubuhnya,sementara mondy terus menggenggam tangan raya, ia bingung harus berbuat apa, ini  pengalaman pertama mondy. Dan mondy bersumpah akan menghukum orang yg sudah berbuat seperti ini pd raya.

"pak!!  Cepat pak!!  Istri saya mau melahirkan " bentak mondy pd supir itu

"didepan macet pak, taxi kita tidak bisa bergerak " ucap supir tsb

"arggh!!  " mondy frustasi mengacak" rambutnya
Karna sudah tidak tahan melihat raya kesakitan ia pun membuka pintu taxi tsb, menggendong raya menuju rs. Tanpa peduli jarak rs itu 15 meter lagi

"erghhh !! Hiks!!  Hufhh hufhh..  Mondy " rjntih raya sambil mengatur nafasnya yg mulai tidak teratur.

"sayang bertahanlah..  Demi anak kita, anak kita tunggu" sayang " ucap mondy menyemangati raya.

Sesampainya dirumah sakit mondy berteriak kesetanan memanggil dokter untuk membantu istrinya, suster pun datang, dan raya sudah di letakkan di ranjang dorong,mereka berjalan menuju ruangan bersalin.

Mondy,raya,suster,dan dokter sudah berada di dalam ruangan. 
"ibu.. Tarik nafas kemudian doromg bayinya bu" instruksi dokter itu pd raya

"ughh!!  Mhhh!!!  Hufhh hufhh!!  " raya terus saja berusaha mengeluarkan bayinya,ia mencengkram apa saja yg bisa ia pegang termasuk dasi,tangan,baju,bahkan rambut mondy.

"sayang,kamu pasti bisa,aku tahu kamu bisa yang " ucap mondy sambil terus menyemangati raya,sesekali ia meringis karna raya mencengkramnya terlalu kuat

"hahhh.. Hahh.. Hahh..  " raya kembali mengatur nafasnya yg mulai memendek, ia memejamkan matanya erat, mencengkram genggaman mondy sangat kuat.
Dan..

"arghhhhh!!  Hiks mondyyy!!  " teriak raya dan saat itu juga tangisan bayi terdengar.

Mondy yg mendengar tangisan itu pun terkesiap, ia terdiam antara haru dan bahagia, sampai ia bingung bagaimana cara mengungkapkan perasaannya itu, hingga sampai suara suster membuyarkannya

" Dok, nafas pasien tidak ada" beritahu suster itu pd dokternya

" pasangkan oksigen nya sus!! " perintah doktr itu

Bagaikan disambar petir mondy langsung menoleh ke arah raya, ia lemas seketika,air mata yg jarang ia keluarkan kini keluar.

"ray?  Sayang?  " panggilnya lirih

"maaf pak, saya periksa istri anda sebentar " ucap suster yg lain, mondy hanya mematung.
Di pikirannya saat ini adalah istrinya,raya.

"pak, anak anda sehat, dia berjenis kelamin laki" " ucap suster itu lalu menyodorkan bayi itu pada mondy, sedangkan mondylangsung menyambutnya.
Ia menatap bayi itu haru, diangkat nya bayi itu sedkit lebih tinggi, lalu ia berdiri disamping ranjang raya, menarik nafas dan mengadzankan anak nya dengan suara yg amat sangat lirih.

"ibunya kembali bernafas dok!!  " ucap suster itu dan dokter bernafas lega. Namun tetap memasang wajah yg sulit diartikan.

Mondy yg tadinya sudah lega, kini di buat kalut lagi setelah mendengar pernyataan dokter

"pak, maaf..  Istri anda koma "

tbc

 "FOREVER WITH YOU"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang