Kasih di Sepanjang Kisah

1.1K 56 21
                                        

Di taman hiburan.
BatzNae dan little

Aom asik bermain. Mereka menaiki semua wahana. Batz selalu menggenggam tangan Nae dan terkadang merangkul pinggang Nae.
Keceriaan selalu menghiasi wajah mereka.

Saat makan siang.
"Senja?" tanya Nae ke Batz yang sedang memangku Pie
"Seperti biasa, by" jawab Batz tersenyum.

Saat senja, BatzNae dan little Aom menaiki bianglala, saat di puncak, Batz mencium kening Nae sangat lama, menumpahkan seluruh sayang dan cintanya lalu mengecup singkat bibir Nae. Little Aom hanya tersenyum, sudah biasa melihat pemandangan Mamah dan Mamihnya seperti ini.

Lalu mereka pulang. Little Aom tidur dipangkuan Nae, sementara Batz fokus menyetir dan menggenggam tangan Nae posesif.
"Aku mencintai, by" ucap Batz mencium kening Nae saat lampu merah
"Aku lebih mencintai, b" ucap Nae mencium singkat bibir Batz. Batz tersenyum menanggapi.

Sesampainya di rumah.
Nae menidurkan Little Aom di kamar sebelah mereka saat Batz sedang mandi. Lalu berganti Nae yang mandi sementara Batz memainkan hpnya di kasur.

"Kok belum tidur?" Ucap Nae melewati Batz dan memakai pakaiannya
"Nunggu kamu" ucap Batz tersenyum.

Usai ganti baju, Nae naik ke kasur dan memeluk Batz dari samping. Batz menyandarkan badannya di kepala kasur sementara Nae menyandarkan kepalanya di bahu Batz.

"By.. Maafkan aku" ucap Batz memulai pembicaraan
"Untuk apa?" Tanya Nae mendongakkan wajahnya untuk melihat Batz.
"Menduakanmu" ucap Batz menghela napas.
"Gak, sayang. Aku tidak merasa diduakan. Akulah yang datang di hidup kalian. Dan kalaupun kamu berpikir kamu menduakan, aku tidak pernah bermasalah kalau itu Aom" ucap Nae tulus
"Makasi, sayang. Aku mencintaimu. Sangat. Namun aku tidak bisa menghapusnya" ucap Batz dengan suara bergetar menahan tangis
"Kita udah sering bahas ini, b. Aom segalanya buat kamu, buat aku, buat kita semua. Jangan pernah nyoba untuk hapus dia. Aku tau kamu mencintaiku karna memang rasa itu tumbuh dengan sendirinya. Itu bukan salahmu. Aku dan Aom memiliki hatimu. Berada di posisi atas di hatimu, aku paham itu. Aku sangat mencintaimu dan aku memahami semuanya. Kamu tidak perlu merasa bersalah. Aku tidak pernah mempermasalahkannya. Justru aku akan marah kalau kamu mencoba menghapus tentangnya" ucap Nae mengelus pipi Batz
"Terima kasih sayang. Aku sangat beruntung memilikimu dan memiliki hatimu" ucap Batz mencium pucuk kepala Nae
"Yasudah. Kita tidur yaa" ajak Nae. Batz mengangguk mengiyakan.

Keesokan harinya.
Pagi ini, BatzNae sedang duduk di ruang tengah. Sementara Little Aom sedang asik mewarnai di meja di depan mereka.

"Hai Nae.. Batz" ucap Darin
"Hai DarMar" ucap BatzNae bersamaan
"Selalu deh" ucap Darin. Lalu mereka tertawa bersama.
"Kangen gw?" Tanya Nae
"Gak banget. Nih Ped kangen sama Bunda katanya" ucap Darin yang sudah duduk di samping Nae
"Ped, ayo kita liat Bunda" ajak Little Aom. Ped hanya mengangguk.

Ped merupakan anak dari Darin dan Mario. Sedangkan Pie merupakan anak dari Batz dan Nae. Mengapa mirip Aom? Sifat dan perilakunya menyerupai Aom. Dan namanya juga Aom Sushar. Hanya Batz yang memanggilnya Pie, keluarga memanggilnya Little. Mulai dari karakter aslinya sampai yang terbentuk karna asuhan BatzNae. Sedangkan Ninew menikah dengan Mean dan mempunyai anak bernama Kao. BatzNae dan NinewMean melakukan program inseminasi. Mean yang belum lama mengenal Aom, seakan sudah hatam bagaimana Aom karna semua selalu menceritakan tentang Aom kepada dirinya dan dia mengaku sangat mengagumi Aom.

"Telpon Ninew dong" ucap Darin. Batz hanya mengangguk dan mulai menghubungi Ninew. Karna rumah Ninew hanya beda blok, tak butuh waktu lama untuk NinewMean datang ke rumah Batz.
"Hai bray.." Sapa Ninew
"Yoo" ucap Batz
"Mana Little?" Tanya Mean
"Tuh sama Ped lagi liat Bunda" jawab Nae
"Mih, Kao juga mau liat Bunda yaa" ucap Kao menarik baju Mean
"Iya, sayang. Temuilah Bundamu" ucap Mean tersenyum. Kao langsung lari menyusul LittleKao yang sudah terlebih dahulu melihat Bunda.

"Kapan kita liburan bersama?" Tanya Ninew
"Abis acara kantor kita aja ya. Gw udah atur semuanya" ucap Batz
Semua mengangguk.

Lalu mereka menyusul anak mereka ke belakang untuk menemui Aom.
"Mah.. Pie semalam mimpiin Bunda loh" ucap Little saat mereka semua sudah berkumpul. Batz hanya tersenyum. Karna selain dirinya, Pie lah yang sering memimpikan Aom.
"Mimpi apa Little?" Tanya Nae
"Jadi, aku dan Bunda jalan-jalan ke taman hiburan. Sama Mamah dan Mamih. Bunda gandeng aku dan Mamah. Mamah gandeng Bunda dan Mamih. Bunda bilang kalo Bunda bahagia banget ngeliat kita semua. Bunda juga bangga sama aku, Ped dan Kao. Dan..." Ucap Little menggantung
"Dan apa Little?" Tanya Darin
"Dan Mamah harus bahagia karena itu juga buat Bunda bahagia" ucap Little polos
Semua terdiam dan menatap Batz yang sudah berkaca-kaca.

Batz memeluk Pie erat.
"Mamah bahagia ga?" Tanya Pie
"Sangat, sayang. Mamah sangat bahagia. Kalian semua melengkapi Mamah. Meski raga Bunda ga bersama kita, Bunda ada di hati kita semua, sayang" ucap Batz akhirnya menangis.
"Kok Mamah Batz nangis?" Tanya Kao
"Ini tangis bahagia, Kao. Hih.. Gitu aja gatau" ucap Little sinis
"Ya biasa ajasih Little" jawab Kao
"Terserah" ucap Little yang masih dipelukan Batz
Semua tertawa melihat kelakuan anak mereka. Sangat mirip dengan mereka saat remaja padahal umur anak mereka baru empat sampai lima tahun.

"Bahkan Aom mendidik Little melalui caranya, b" ucap Nae memeluk Batz
"Iya, sayang. Aku bahagia. Sangat bahagia. Terima kasih buat kalian semua. Kalian semua adalah jawaban dari segala doa ku. Untuk Aom, biarlah doa menjadi jembatan kita dan dia" ucap Batz
"Iya, Batz. Tak akan pernah habis kata kita untuk Aom" ucap Nae yang dijawab anggukan oleh semuanya.
"Seperti ucapannya, 'doa adalah bahasa rindu dan cinta yang paling cepat sampai ke hati tanpa perlu didengar atau dibaca'. Dan dia adalah kasih di sepanjang kisah kita" ucap Batz. Semua tersenyum menanggapi.

The ChoiceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang