Berjuang Sakura !

108 4 0
                                    

Tumpukan buku pelajaran di meja belajar membuat Sakura malas. Apalagi yang namanya matematika. Dan ditambah dengan satu syarat tambahan jika ingin berada di kelas A. Yaitu, ia harus bisa olahraga minimal 2 jenis. Itulah yang membuat Sakura tambah pusing. Winter adalah anak yang jenius memang. "Semangat Sakura !!!! demi menjaga Winter !!!" Sakura menyemangati dirinya. 

/// 

Winter sedang berada di kelasnya. Ia membaca bukunya dengan tenang. Sampai seseorang memanggilnya. "Oi !!" suara orang tersebut. Winter mengalihkan pandangannya ternyata Sai. Sai masuk ke kelasnya. "bermain basket ?" ujarnya menyodorkan bola basket pada Winter. Winter tampak berpikir terlebih dahulu sebelum ia memutuskan untuk mengangguk. dua sahabat itu pergi ke lapangan basket belakang sekolah. Tapi langkah Winter terhenti saat ia berada di depan kelas Sakura. Sakura terlihat serius mengerjakan soal di depannya. Winter yang tahu bahwa semenjak kecil Sakura sedikit kesulitan belajar. ia memutuskan untuk membatalkan bermain basketnya degan Sai. "Ah... aku upa bahwa aku harus mengerjakan PR dari guru. maaf Sai" ujar Winter. "tsk... bilng saja mau melihat Sakura" ujar Sai tersenyum. 

/// 

Witer masuk ke kelas Sakura yang kebetulan kosong itu. karena ini jam istirahat. biasanya siswa - siswi pergi ke kantin. Sakura tidak menyadari Winter berdiri di belakangnya. ia terus mengerjakan soal - soal tersebut. Winter membaca soal yang tergolong susah yang diatasnya bertuliskan "Uji Seleksi Kelas A" yang berarti adalah kelas Winter sendiri. "Ehem" dehaman Winter membuat Sakura tersentak dan segera menutupi soal - soal tersebut. "Tidak usah kau tutup - tutupi, aku tahu semuanya" ujar Winter. "Soal yang kau kerjakan itu tergolong susah. tidak seharusnya kau memaksakan dirimu untuk bisa sekelas denganku" ujar Winter lembut sambil menepuk kepala Sakura. "Tapi jika kemauanmu begitu, au akan mendukungmu" kata Winter menarik kursi dan duduk disebelahnya. "ayo, selesaikan soal ini" 

/// 

Sakura dan Winter berboncengan bersama - sama lagi untuk pulang. Hari sudah mulai sore. Yang membuat Sakura tertarik akan Winter salah satunya adalah punggungnya yang lebar. menikamti hari dengan Winter kembali membuat Sakura bernolstagia tentang masa kecil mereka dulu. Dulu, Winter pernah berkelahi hingga memar - memar. Dan anak - anak itu menjuluki winter si buruk rupa. tapi Sakura menghiburnya. mebuat mereka berdua tertawa lagi. "Sakura, jika kau tidak tahu bertanyalah... dan jangan menyerah" ujar Winter membuyarkan lamunan Sakura. "Tentu" senyumnya lalu menyenderkan kepalanya di punggung Winter lagi. 





Yak dan ini sebagai musiknya... ehehe mas Tohpati emang keren dahhh ....  dan ini cover dari beauty and the beast jadi mandan nyambung (?) ya udah deh dari pada ane banyak omong mulu ane pamit dulu 

sekian, 

e

WinterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang