Bagian Berbahaya

68 4 0
                                    


"Kau sudah diperintahkan untuk terbang ke bulan"

"Saya siap hanya saja biarkan saya pulang sebentar untuk berpamitan pada istri dan anak saya"

"Baiklah"

****
"Rara... ayah pulang !!!" Ujar Winter dengan riang. Sakura tersenyum ketika Winter menggendong anaknya yang berumur 6 bulan tersebut. Winter terus menciumi pipi anaknya itu. "Hah.... mentang - mentang sudah ada Rara sekarang melupakan aku ya.." Sakura berpura - pura sedih. Winter menoleh ke arah Sakura "iya - iya maaf" ujarnya lalu menidurkan Rara ke tempat tidurnya lagi. ia menghampiri Sakura dan memeluknya dari belakang. "Istriku yang  manis ini jangan sedih..." bisiknya di telinga Sakura. Sakura dengan cepat memeluk Winter dengan erat. "Aku merindukanmu" Winter tersenyum, lalu membalas pelukan Sakura tidak kalah erat. "Aku merindukanmu juga" 

**** 

"masih ingat danau ini ?" kata Winter sambil memeluk sakura erat. Hanya ada mereka berdua saja disana. "Tempat dimana kau menyatakann cinta padaku" ujar Sakura lembut. Winter terus menciumi rambut Sakura itu ia sebenarnya masih belum siap untuk memberi tahu bahwa ada misi berbahaya menantinya. "Sakura, aku akan menjalankan misi ke bulan" ujar Winter. Sakura cuma terdiam "aku tau waktu ini akan tiba Winter" ujarnya dengan air mata sedikit menggenang di pelupuk matanya. "Ssh, aku tidak ingin melihatmu menangis. maaf" ujar Winter lalu mencium Sakura. Ciuman tulus dari hatinya bukan nafsu. kening mereka berdua menyatu "Kembalilah dengan selamat Winter, Rara membutuhkanmu" 

WinterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang