"Wah !!! Kau dapat A+ lagi Winter san" teriak siswa kelas A. Sakura cuma tersenyum. Dan mendadak menjadi tersipu saat Winter ingin punya anak yang namanya diberi nama bintang. Ia tidak tahu jika Winter adalah orang yang merencanakan masa depan dengan baik. "Hah... aku harus cukup puas dengan nilai B+" kata Sakura. "Itu sudah perkembangan yang baik. Sakura" kata Winter tersenyum. Mereka tertawa bersama anak kelas A yang lain. Tapi tiba - tiba seorang siswa datang "Winter san, kau dipanggil kepala sekolah" kata orang tersebut. Jelas itu membuat sakura malas. "Ini hanya sebentar" bisik Winter pada Sakura. Sakura mengangguk walau dalam hati masih ingin bersama Winter.
///
"Ini hasil seleksimu untuk belajar di NASA" Kata pak kepala sekolah. Winter membuka surat tersebut. "Hasil tes mu sangat memuaskan." Ujar kepala sekolah. Winter tersenyum. Ia diterima di sekolah yang diimpikannya sejak kecil. "Ayahmu ternyata memberikan bakatnya padamu" pak kepala sekolah tersenyum. "Terbang bersama dengan bintang" ujarnya pelan.
///
"Ada apa Winter ?" Tanya Sakura. Tapi bukannya mendapat jawaban, Winter malah mencium bibir Sakura lembut. Saat ini diperpustakaan mereka sedang berdua. "Terbang bersama Bintang" ujarnya lembut. Sakura memegang pipi winter. "Aku belum mengerti maksudmu" katanya. "Aku akan bersekolah di NASA" kata Winter senang. Tapi bukannya tersenyum, Sakura menunjukan wajah cemberutnya. "Kau akan meninggalkan aku ?" Tanya Sakura. Winter menggeleng, "tentu kita akan bersama" ujar winter menempelkan dahinya pada Sakura lalu menggosokan hidungnya ke hidung sakura. "Ingat, nama anakku harus nama bintang" ujar Winter. "Aku ingin nama Jepang saja" ujar Sakura. "Itu bisa diatur nanti" kata Winter mencium bibir Sakura lagi.
///
"Sebenarnya apa cita - citamu Winter ?" Tanya Sakura. Mereka berada di danau favorit mereka. Setiap hari mereka selalu disini. Mereka berdua sedang rebahan di padang rumput luas memeluk satu sama lain. "Astronot" jawab Winter. Ia menatap mata sakura. "Kau ?" Tanyanya balik. "Menjadi istri seorang astronot" kata Sakura. Winter tersenyum lalu mencium kening,mata,hidung, dan bibir Sakura. Dan senja itu menjadi saksi mereka. Memandangi satu sama lain dan memeluknya lagi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Winter
FanficDua anak kecil itu sudah besar. mereka punya kehidupan masing - masing. tapi sebuah takdir mempertemukan 2 anak kecil itu tadi. juga siapa yang tahu kelanjutan cerita kedua anak kecil tadi. yang bahkan salah satunya menjadi dingin seperti salju.