"TUNGGU !!!" teriak Sakura. Winter terus berjalan tanpa menoleh ke arahnya. Sakura yang tidak mau menyerah terus mengejar Winter. Si 'dingin' dan beruntungnya Sakura ia bisa memegang lengan Winter. Winter cuma diam di tempatnya, "aku ingin bicara" kata Sakura masih dengan nafas tersengal - tersengal. "aku ada pekerjaan" ujarnya dengan dingin. sedetik kemudian ia melepaskan diri dari genggaman Sakura. Sakura masih terdiam melihat punggung lelaki tegap itu pergi. "hah... mengapa ia berubah seperti itu, Winter Arcturus Joseph" ujarnya sedih. ia mengankat tangannya dan melihat jam. "oh tidak.... aku ada pemotretan" ia kaget dan langsung berlari.
//////
"Huh... hampir saja." ia sampai ke temoat pemotretan indoor tersebut. "Oi ! Sakura, sebelah sini" panggil seorang wanita yang merupakan penata riasnya. "ah, Madoka sebentar..." Sakura masih belum siap mengambil nafas sebelum ia berlari. ia masuk ke ruang gantinya dan di rias oleh Madoka. "Kau tahu, fotografer kita yang biasanya harus absen. ia akan diganti" kata Madoka sambil terus merias Sakura. Sakura hanya menngangguk saja mendengar hal itu. Toh, ia biasa bekerja dengan fotografer mana saja. sesudah siap Sakura berjalan keluar dari kamar ganti.
////
"Sakura - chan !!!!" si boss / pemimpin perusahaan majalah memanggilnya. Hirato Najima. boss besar dari perusahaan majalah terkenal. Sakura sangat dekat dengannya, karena ayahnya bersahabat baik dengan Hirato. "sudah siap ?" tanyanya. "tentu" sakura menjawabnya. "Si fotografer masih menyiapkan kameranya" ujarnya. "tidak apa - apa aku tidak keberatan menuggu" jelas Sakura. "Najima - san, kamera sudah siap !!!" teriak seorang kru. Sakura mengangguk dan pergi ke studio itu. Si fotografer masih memalingkan wajahnya untuk melihat layar monitor, jadi Sakura belum melihat wajahnya. "Jadi, apa kau sudah si --" si fotografer memalingkan wajahnya. "ap" lanjutnya saat melihat Sakura. co - card tersebut betuliskan Winter Arcturus Joseph. Sakura sama terkejutnya. "Cepat lakukan pose mu dan selesaikan pekerjaan ini" Winter kembali cuek. Sakura terlihat canggung saat akan difoto oleh Winter. Winter terus memotretnya. Sakura memamerkan pose yang berbeda. dan saat itulah jepretan foto di abadikan oleh Winter. dibalik kameranya Winter tersenyum kecil "Sakura tersebut telah tumbuh"
////////
Setelah proses pemotretan itu selesai, Winter langsung membereskan barangnya tanpa sedikit- pun tersenyum. "Winter, apa kau ada waktu lain kali ? mungkin sehabis pemotretan kita bisa minum kopi" ajak Sakura langsung. Winter tidak menggubris ajakan Sakura dan sibuk membereskan barang - barangnya. Sakura berujar sedih "apa benar tidak ada sedikitpun senyum untukku ?" tanyanya. Winter menghentikan aktivitasnya "Apakah saat kau pergi, kau meberikan sedikitpun senyum untukku ?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Winter
FanfictionDua anak kecil itu sudah besar. mereka punya kehidupan masing - masing. tapi sebuah takdir mempertemukan 2 anak kecil itu tadi. juga siapa yang tahu kelanjutan cerita kedua anak kecil tadi. yang bahkan salah satunya menjadi dingin seperti salju.
