( 15+ )
Aku mencintai dan mengaguminya sejak lama. Kau tahu, dia adalah wanita yang selalu mengerti diriku hingga saat ini dia tetap seperti itu. - Kevin Pratama -
Menyukai ku sejak lama? Benarkah? Aku juga sepertinya tetapi, aku hanya mengagumi t...
" kamu ngapain sih muncul tiba tiba tadi di kantin " ucapku yang sedari tadi menarik tangan nya dan menjauh dari hikmah.
" maaf aku tadi dari kamar mandi terus liat kamu jadi aku nyamperin kamu deh" ucap rima .
" kamu gak usah sok perhatian di depan aku rim. Ingat kan kamu cuma bantuin aku buat bikin hikmah cemburu dan ngerti sama perasaan aku" ucap ku.
Ya. Aku hanya ingin membuat hikmah cemburu saja dan itu tidak lebih. Aku dan rima juga pernah membuat perjanjian. Jangan pernah main perasaan karena ini hanya untuk membuat hikmah sadar saja.
Jika sampai aku atau rima mempunyai rasa entahlah bagaimana jadinya nanti.
" udah ahh sana ke kelas kamu"
" iya kev"
memendam rasa sayang mulai sejak lama. Aku tau aku ini pengecut. Tidak berani mengutarakan perasaan ku padanya. Bukan aku tak mau, hanya saja takut dia menolakku dan dia tidak mau lagi berteman dengan ku.
Aku jadi ingat kata papa enjoy difficulties because of the difficulties behind it must be easy.
Ya. Aku menikmati kesulitanku. Kesulitan yang terus menerus membuatku melakukan segala hal agar dia menjadi milikku.
Setelah mengalami kesulitan pasti akan ada kemudahan bukan? Ya. Sekarang aku lebih sering bertemu dengan nya lebih sering menemuinya.
Aku bekerja sama dengan rosa setelah aku tahu bahwa dia membuatnya hamil. Lebih tepatnya rosa lah yang memulai. Aku ingin reno bertanggung jawab meskipun dia adalah korban dirinya.
Sebagai seorang lelaki yang gentleman dia harus bertanggung jawab bukan? Aku juga tahu kalau reno sering bermain di belakang hikmah.
Kalian pasti bertanya kenapa aku bisa mengetahui ini semua? Tentu saja aku memata matai si reno brengsek itu.
Aku tidak mau wanita idaman ku itu terluka meskipun nantinya dia akan terluka jika tahu semuanya.
Ting.. Ting... Ting..
Bunyi bel pulang sudah berbunyi. Aku bergegas menuju parkiran untuk mengambil motor dan pergi ke kafe antero yang lumayan jauh dari sekolah.
Aku melajukan motorku dengan kecepatan 60km/jam. Tak lama aku sampai di depan kafe. Kafe ini di desain dengan warna pink dengan berbagai lukisan dinding dan ada serpihan warna warnk lalu ada lukisan yang diberi bingkai. Mereka juga memberi beberapa lentera di atasnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku pun memasuki kafe dan mencari keberadaan Rosa. Rosa berada di pojok belakang. Aku menghampirinya.
" ada apa lagi kamu manggil bang kevin kesini?"
Rosa adalah anak dari adik mamaku. Dia dulu satu sekolah denganku dan hikmah. Jadi wajar saja kalok rosa tahu tentang hukmah.
Aku sudah mengatakann semua perasaanku tentang hikmah ke rosa. Maka dari itu dia mau membuat hubungan mereka hancur. Mungkin aku terlalu berambisi untuk memilikinya.
Tapi aku gak rela nantinya hikmah jatuh di tangan orang yang tepat.
" bang aku bingung sama rencana kita kemarin itu" rengeknya.
" udah deh biar bang yang ngelakuin semua kamu tinggal patuh sama omongan abang ros"
" iya deh bang. Ya udah rosa pulang dulu aja ya bang takut hikmah udah pulang "
" ati ati di jalan dek"
" keo bang"
****
Rosa POV
Akhirnya aku sampai di rumah hikmah. Untung saja hikmah belum pulang. Aku bergegas pergi ke kamar menaruh tasku.
Aku menuju walk in closet. Tak lama bunyi pintu kamarku diketuk.
" rosa kamu di dalem kamar ya?" ucap seseorang.
Ya itu hikmah. Sepertinya dia baru pulang sekolah. Aku bergegas keluar dan membuka pintu kamarku.
" ada apa hikmah?"
" owh iya kamu udah makan gak? Ayo makan siang bareng. Aku tunggu di bawah ya"
Dia pun langsung turun dari kamarku menuju ruang makan.
Aku melihat jam tangan ku di atas nakas. Ya ini masih jam makan siang. Aku bergegas turun.
Di anak tangga yang terakhir aku mencium harum makanan dari ruang makan.
Aku langsung ke ruang makan. Kulihat di meja makan tersedia ayam bumbu kuning, perkedel kentang dan sayur bayam.
" kamu buat sendiri ini hik?" ucapku sambil menarik kursi lalu duduk.
" hmm padi di defan ada fang jual dadinya ..." ucapnya dengan makanan yang masih penuh dimulutnya.
" di kunyah dulu aja hik baru ngomong" jawabku sambil memasukkan sendok yang sudah berisi nasi dan lauk pauk itu.
" tadi ada yang jual di depan jadinya aku beli"
Aku menjawanya dengan oh iya saja.mendengar perkataan nya tadi.