Semalam, sunyi bising lagi, kali ini lebih hingar dan bingar, meriang aku dibuatnya. Aku diamkan semua dengan membaca puisi adinata gus.
Terkadang tulisannya bertanya "apakah tak cukup kenyang sajak-sajakku ini meniduri ruang fikiranmu?"
Mungkin saja sajakku terlalu biasa untuk menjadi peneman lenanya. Tertumpah sebelum sempat ku tuang ke dalam ruang legar imiginasinya.
ANDA SEDANG MEMBACA
Epilog Sepi
RandomHimpunan penulisan buat aku dan kau untuk terus hidup ke depan.
