52: Epilog Sepi

39 3 0
                                        

Mereka menjadi pejuang bangsa,
Diterajang penguasa diangkat juara,
Sementara aku duduk selesa,
Menulis mengatur lenggok bahasa.
Namun ternyata gagal.

Di tanah air ini,
Tempatku tiada disini.
Pada helaian kertas sekalipun,
Tulisanku tiada jua tempatnya.

Lalu, aku harus kemana?
Tinggal tak bertempat,
Pergi tak berarah,
Hidup tak bernyawa,
Mati tak dikenang.

Akulah manusia yang dijanjikan,
Untuk dilupakan.

Epilog SepiTempat di mana cerita hidup. Terokai sekarang